Breaking News:

Soroti Penangkapan Dua Menteri Jokowi yang Tersandung Korupsi, Sandiaga Uno: Ini Amat Disayangkan

Sandiaga Salahuddin Uno, sangat menyayangkan kasus korupsi yang menyangkut pejabat tingkat tinggi di pemerintahan.

WARTA KOTA
Sandiaga Uno. 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus Pengusaha Nasional, Sandiaga Salahuddin Uno, sangat menyayangkan kasus korupsi yang menyangkut pejabat tingkat tinggi di pemerintahan.

Menurut Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu, terungkapnya kasus korupsi yang menjerat menteri sungguh memalukan.

"Saya berbaik sangka kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini amat disayangkan, kasus-kasus korupsi terus terungkap," kata Sandiaga melalui keterangan persnya, Senin (7/12/2020).

Di sisi lain, kata Sandiaga, terungkapnya kasus korupsi sejumlah menteri di Indonesia menunjukkan bahwa upaya bertahun-tahun dalam memberantas korupsi tidak berhasil membuat jera pejabat pemerintah di tingkat atas.

Baca juga: Istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, Positif Covid-19: Tak Bergejala, Suami dan Anak akan Tes Swab

Baca juga: Nilai Sandiaga Uno Tak akan Korupsi Jika Jadi Menteri KKP, Qodari: Ini Orang Sudah Terlanjur Kaya

Padahal, salah satu landasan dalam membangun negeri adalah memastikan pemerintahan dilakukan dengan tata kelola yang baik, tranparansi, independen, bertanggungjawab dan adil.

"Kita harus bersatu-padu mencegah korupsi yang merugikan negara," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Seperti diketahui, Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, baru saja docokok KPK. Dia diduga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 berupa paket sembako di Kemensos tahun 2020 senilai Rp5,9 triliun dengan total 272 kontrak dan dilaksanakan dengan 2 periode.

Juliari menunjuk bawahannya dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan dan diduga disepakati adanya fee dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kemensos.

Untuk fee tiap paket Bansos disepakati oleh MJS dan AW sebesar Rp10 ribu per paket sembako dari nilai Rp300 ribu per paket Bansos.

Diduga, Juliari mengantongi keuntungan dari hasil korupsi tersebut sebesar Rp17 miliar. Yang mana Rp8,2 miliar dia dapat dari program bansos gelombang pertama dan Rp8,8 miliar pada gelombang kedua.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved