Breaking News:

Pilkada 2020

Peneliti Litbang Kompas Sebut Pilkada 9 Desember Lancar karena Tidak Banyak Pemilih yang Datang

peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, tingkat partisipasi pemilih pada gelaran Pilkada 9 Desember 2020 kemarin cukup tercermin dari data di TPS.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga megikuti simulasi pemungutan suara pemilihan serentak 2020 di gedung KPU, Jakarta, Rabu (22/7/2020). Simulasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait proses pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. 

TRIBUNPALU.COM - KPU RI masih belum mengumumkan data tingkat partisipasi pemilih pada gelaran Pilkada 9 Desember 2020.

Hal itu lantaran hingga kini rekapitulasi suara Pilkada masih dalam proses diinput dalam Sistem Rekapitulasi (Sirekap).

Sehingga, presentase tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 belum dapat diketahui pasti.

Namun, menurut peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, tingkat partisipasi pemilih pada gelaran Pilkada 9 Desember 2020 kemarin cukup tercermin dari data di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menggunakan hak pilihnya.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Populi Center bertajuk 'Membaca Hasil Hitung Cepat dan Evaluasi Pilkada', Sabtu (12/12/2020).

"Karena memang kalau saya lihat di lapangan, saya sempat lihat di TPS kami, di komplek saya itu, memang partisipasi cukup rendah ya, dari data itu 50 persen saja yang datang," kata Yohan.

Menurutnya, pelaksanaan pilkada kemarin cukup terlihat lancar karena cukup banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena kondisi pandemi Covid-19.

"Karena memang orang tidak datang gitu loh, tidak banyak yang datang. Lancar karena memang tidak banyak yang datang," ucapnya.

Atas dasar itu, Yohan menyebut, meskipun KPU belum memberikan angka pasti tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020, namun data di tiap TPS bisa menjadi potret tingkat partisipasi pemilih.

"Saya track juga di data yang baru masuk itu datanya memang rata-rata baru 50 persen yang masuk di Sirekap itu," ujarnya.

"Jadi belum bisa ketauan, KPU juga belum memunculkan data terkait rata-rata tingkat partisipasi. Tapi kalau saya lihat di lapangan itu memang 50 persen, terutama di TPS tempat saya itu. Memang tidak terjadi kerumunan secara masif," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peneliti Litbang Kompas: Pilkada Lancar karena Tidak Banyak Pemilih yang Datang

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved