Breaking News:

Sebut Pejabat Kaya Bukan Jaminan Tidak Korupsi, KPK: Yang Kuat Iman Saja yang Tidak Terjerat Korupsi

KPK menyatakan tingkat kekayaan pejabat atau penyelenggara negara tak memiliki korelasi dengan tindak pidana korupsi.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan dan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat memaparkan hasil kajian KPK terkait BPJS Kesehatan di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNPALU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tingkat kekayaan pejabat atau penyelenggara negara tak memiliki korelasi dengan tindak pidana korupsi.

Pejabat yang kaya bukan jaminan tidak akan melakukan korupsi.

"Kajian kita sih begini, kalau dari pimpinan-pimpinan lembaga atau daerah kita lihat background-nya atau LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)-nya, ternyata secara statistik tidak ada hubungan antara kekayan dengan dia tersangkut kasus apa nggak. Sama sekali tidak ada hubungan. Artinya yang dulu miskin bisa juga korupsi, yang dulu kaya bisa juga korupsi," kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Setelah Ustaz Yusuf Mansur Selesai Karantina, Keluarga akan Kembali Jalani Tes Swab

Baca juga: Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Hari Ini, Rizieq Shihab Minta Pengikut Tak Bikin Kerumunan

Dalam sejumlah kasus yang ditangani KPK, penyelenggara negara yang dijerat memiliki harta lebih dari Rp10 miliar.

Sebut saja Menteri Sosial Juliari Peter Batubara yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) wilayah Jabodetabek untuk penanganan Covid-19.

Juliari bersama dua anak buahnya diduga menerima Rp17 miliar dari rekanan Kementerian Sosial RI.

Berdasarkan LHKPN yang terakhir kali disetorkan ke KPK, Juliari mengaku memiliki harta Rp 47 miliar.

Selain Juliari, terdapat nama mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang dijerat atas kasus suap dan gratifikasi.

Imam mengaku memiliki harta Rp22 miliar.

Baca juga: Jusuf Kalla: Orang Terkaya di Indonesia Berfokus Bisnis Rokok, Bukan Teknologi Seperti Negara Maju

Baca juga: Daftar Calon Kepala Daerah Terkaya dan Termiskin di Pilkada 2020 Menurut Analisis KPK

Baca juga: Semakin Berat, Hukuman Reynhard Sinaga Dinaikkan Menjadi 40 Tahun Penjara

Bahkan, mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang divonis bersalah atas perkara suap dan gratifikasi memiliki harta senilai Rp236,7 miliar dan 138,4 ribu dolar AS.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved