Breaking News:

Anggota DPRD Walkout saat PSI Berbicara, Tsamara: Dimusuhi karena Jaga Uang Rakyat adalah Kehormatan

Tsamara Amany menanggapi aksi walk out yang dilakukan para anggota DPRD DKI Jakarta saat Fraksi PSI menyampaikan pandangan di Rapat Paripurna.

Tribunnews.com/Gita Irawan
Tsamara Amany 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Tsamara Amany menanggapi aksi walk out yang dilakukan para anggota DPRD DKI Jakarta saat Fraksi PSI menyampaikan pandangan di Rapat Paripurna.

Dia menilai, aksi walk out yang dilakukan adalah sebuah kehormatan bagi PSI.

"Dimusuhi karena menjaga uang rakyat adalah sebuah kehormatan," ujar Tsamara dalam akun twitternya @TsamaraDKI, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Pengakuan Pengantin Perempuan yang Menangis Saat Mantan Datang di Pernikahan: Saya Khilaf

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 3 Subtema 2 Pembelajaran 4: Mengapa Bersatu dalam Keberagaman Itu Penting

Baca juga: Rayakan Anniversary Pernikahan, Ryan Delon Tulis Pujian Manis untuk Sharena Delon

Tsamara mengatakan, dimusuhi dan tidak didengar oleh anggota DPRD dari fraksi lainnya merupakan risiko yang harus diterima PSI.

"Risiko yang harus kami terima ketika berani menggagalkan rencana naik gaji & tunjangan anggota DPRD DKI sebesar Rp 700 juta per bulan," kata Tsamara.

Adapun sebelumnya, sejumlah anggota DPRD melakukan aksi walk out meninggalkan ruang rapat saat Fraksi PSI akan membacakan pandangan, Senin (14/12/2020).

Aksi ini diawali oleh pernyataan kekecewaan yang disampaikan anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Jamaludin.

Jamaludin mempertanyakan apakah pandangan umum fraksi yang akan disampaikan merupakan pernyataan dari DPW PSI Jakarta atau Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

Sebab sebelumnya, Fraksi PSI menyetujui rancangan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) DPRD DKI. Namun, keputusan Fraksi PSI untuk menyetujui RKT dibantah oleh DPW PSI.

Jika pandangan umum dari fraksi PSI belum disetujui oleh DPW PSI, maka Jamaludin tidak bersedia mendengarkan pandangan umum yang akan dibacakan.

"Tidak terjadi apa yang sudah disepakati (RKT), tidak diakui oleh partainya. Kalau memang tidak (diakui), saya tidak akan bersedia mendengarkan. Saya akan keluar," kata Jamaludin di ruang rapat paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved