Minggu, 31 Mei 2026

Info BMKG

Ini Daftar Wilayah yang Berpotensi Terjadi Banjir dan Karhutla di Tahun 2021

BMKG mengingatkan agar masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir dan titik api di tahun 2021 mendatang.

Tayang:
KOMPAS.com/IDON TANJUNG
ILUSTRASI - Seorang petugas Manggala Agni mematikan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (20/2/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Saat ini Indonesia tengah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju ke musim hujan.

Terkait dengan kondisi saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir dan titik api di tahun 2021 mendatang.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, potensi banjir perlu diwaspadai, mengingat peristiwa banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah, terutama DKI Jakarta yang menjadi sorotan nasional bahkan internasional. 

Baca juga: Sinopsis Film Korea Operation Chromite: Diangkat dari Peristiwa Pertempuran Incheon

Baca juga: Info BMKG,Sabtu 26 Desember 2020: Waspada Cuaca Ekstrem yang akan Terjadi di 21 Provinsi Ini

"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan prakiraan curah hujan bulanan, diprakirakan kondisi musim hujan hingga Maret 2021 akan bersifat normal sampai atas normal atau cenderung lebih basah dari biasanya, atau bila dibandingkan dengan musim hujan tahun lalu," kata Dwikorita.

BMKG mengingatkan, agar masyarakat waspada terhadap prospek iklim yang bisa berdampak meningkatnya potensi banjir dan titik api.

Potensi banjir meningkat

Secara umum, curah hujan bulan Januari hingga Maret 2021 diprakirakan berkisar antara 200-500 mm per bulan, atau cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun 2020.

Bahkan, untuk wilayah di sebagian Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua diprakirakan mendapatkan curah hujan bulanan lebih dari 500 mm per bulan.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, beberapa daerah diprakirakan akan mendapatkan peningkatan curah hujan 40 persen hingga 80 persen lebih tinggi dari curah hujan di tahun 2020.

Baca juga: Jalani Natal Pertama Tanpa Glenn Fredly, Mutia Ayu: Cukup Berat Bagiku Tanpa Dia

Di antara wilayah tersebut adalah sebagai berikut.

- Aceh

- Sumatera Utara

- Jambi

- Riau

- Banten bagian selatan

- Sebagian Jawa Tengah

- Jawa Timur

- Bali

- Nusa Tenggara

- Kalimantan Timur

- Kalimantan Utara

- Sebagian besar Sulawesi kecuali Sulawesi Selatan

- Maluku

- Maluku Utara

- Papua Barat

- Sebagian Papua

Peningkatan curah hujan tersebut berpotensi meningkatkan peluang banjir di Indonesia pada bulan Januari-Maret 2021, khususnya di Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua.

Potensi titik api (karhutla)

Seperti diketahui, Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. 

Sehingga, pada musim kemarau seringkali terjadi bencana hidrometeorologi, yaitu kekeringan yang bahkan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan analisis BMKG, potensi karhutla yaitu hotspot atau titik api pada Bulan Januari-Maret 2021 secara umum berpeluang rendah.

Namun, secara historis daerah Riau sering mengalami kejadian Karhutla pada bulan Februari-Maret.

Oleh karena itu, Dwikorita berkata, perlu peningkatan kewaspadaan potensi karhutla di Sumatera pada bulan Mei dan Juni 2021, karena pada bulan-bulan tersebutcurah hujan yang diprakirakan lebih rendah atau kering dibanding dengan curah hujan tahun 2020 dan normalnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Potensi Banjir dan Karhutla 2021, Ini Daftar Wilayahnya", 
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Bestari Kumala Dewi

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved