Breaking News:

Tak Terima Istrinya Diteriaki, Kepala Desa Ajak Massa untuk Keroyok Warga

Kepala Desa Balampesoang mengajak warganya untuk mengeroyok dua pria lantaran tidak terima istrinya diteriaki.

Aro/Grid Oto
Ilustrasi Pengeroyokan 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Desa Balampesoang bernama Herman harus berurusan dengan kepolisian.

Hal ini bermula saat Herman mengajak sejumlah warganya untuk mengeroyok Suardi, dan Arifuddin.

Herman merasa tidak terima istrinya diteriaki di Dusun Waecenning, Desa Balampesoang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan oleh dua pria tersebut.

Akibat kejadian itu, Suardi mengalami luka bacok di punggung, dan harus menjalani perawatan di RSUD Bulukumba, sementara Arifuddin dipukul hingga lebam di bahu, badan, kepala dan leher.

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto mengatakan, kejadian itu bermula saat istri kades itu diteriaki oleh dua korban yang sedang menongkrong.

Tak terima, istrinya pun mengadu ke suamianya. Mendengar itu, Herman lantas emosi dan menyuruh satu warganya untuk mengeceknya.

"Namun lama tidak kembali, akhirnya kades menyusul membawa puluhan orang menggunakan mobil ke lokasi," kata Suprianto, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (6/1/2020)

Saat tiba di lokasi, sambung Suprianto, terjadi keributan. Salah satu warga yang ikut yakni Nure, lalu membacok korban Suardi di punggung.

Baca juga: Ditantang Jokowi Selesaikan Vaksinasi Covid-19 dalam Waktu 1 Tahun, Menkes: Kami Berusaha Keras

Baca juga: Kondisi Terkini Kesehatan Kevin Sanjaya, PBSI: Semakin Baik, Semoga Bulan Maret Bisa Kembali Berlaga

Baca juga: Daftar Kabupaten/Kota di Wilayah Jawa-Bali yang Perketat Pembatasan Sosial

Lima orang diproses hukum

Suprianto mengatakan, dari puluhan orang yang terlibat penganiayaan itu, hanya lima orang yang diproses hukum.

Dari lima orang tersebut, tiga yang baru ditangkap. Satu di antaranya yakni Herman, Kepala Desa Balampeosang, dan telah ditahan di Polda Sulsel. Sementara dua lainnya masih buron.

"Masih ada dua yang DPO yakni A dan G," ungkapnya.

Atas perbuatan pelaku dijerat Pasal 170 ayat 1 KUHP serta Pasal 351 ayat 1 dan ayat 2 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

(Penulis : Kontributor Bulukumba, Nurwahidah | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved