Breaking News:

Dianggap Bahayakan Negara, Donald Trump Kembali Akan Dimakzulkan DPR AS

Rencana itu dilakukan setelah presiden AS ke-45 dituduh secara formal menghasut massa untuk menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, yang menyebabkan COVID-19, di Kebun Mawar Gedung Putih pada 14 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNPALU.COM - DPR Amerika mempertimbangkan untuk melakukan pemakzulan kedua Donald Trump pada Rabu (13/1/2021), kata seorang pejabat tinggi Demokrat pada Senin (11/1/2021).

Rencana itu dilakukan setelah presiden AS ke-45 dituduh secara formal menghasut massa untuk menyerbu Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021).

Pemimpin Mayoritas DPR, Steny Hoyer mengatakan kepada sesama Demokrat bahwa majelis akan mulai proses pemakzulan Trump pada Rabu (13/1/2021), jika Wakil Preisden Mike Pence tidak merespons permintaan Amandemen ke-25 Konstitusi AS untuk menghapus Trump dari jabatan, kata seorang asisten DPR.

Langkah DPR AS ini akan membuat Trump yang seorang Republikan menjadi satu-satunya presiden yang pernah dimakzulkan dua kali, seperti yang dilansir dari Reuters pada Senin (11/1/2021).

Baca juga: Akun Trump Ditutup Permanen oleh Twitter, Ini Penyebabnya: 2 Cuitan Terakhir Dinilai Provokatif

Baca juga: Polisi &FBI; Sebar Foto Wajah Para Pendukung Donald Trump yang Serbu Gedung Capitol, Statusnya Buron

"Kita memiliki presiden yang sebagain besar dari kita percaya bahwa dia berpartisipasi mendorong pemberontakan dan serangan terhadap bangunan ini (Capitol Hill), dan demokrasi, serta mencoba untuk menolak hasil suara pemilihan presiden," kata Hoyer kepada wartawan.

Saat DPR melangsungkan sidang pada Senin (11/1/2021), Republikan segera memblokir upaya resolusi pemakzulan Trump yang meminta Pence untuk mengambil langkah Amandemen ke-25 yang belum pernah dilakukan sebelumnya, untuk mencpot presiden yang tidak layak.

"DPR AS tidak pernah mengadobsi resolusi yang menuntut pencopotan presiden yang berkuasa, tanpa dengar pendapat, debat, atau mengumpulkan suara," kata Perwakilan Republik Alex Mooney, yang menyatakan keberatan.

DPR diperkirakan memberikan suara pada Selasa malam waktu setempat (11/1/2021) mengenai resolusi untuk menggunakan Amandemen ke-25, yang memungkinkan wakil presiden dan kabinet untuk mencopot seorang presiden yang tidak mampu memenuhi tugasnya.

Pence dan sesama Republikan dikabarkan telah menunjukkan sedikit minatnya terhadap langkah amandemen tersebut, yang membuat Ketua DPR Nancy Pelosi dan pihak Demokrat meningkatkan tekanan mereka untuk menumbangkan Trump.

Mereka meminta Pence untuk menanggapi rencana resoluasi dalam 24 jam setelah pengesahan resolusi oleh DPR.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved