Breaking News:

BMKG Sebut Air Laut Naik Hingga Masuk Mal di Manado Bukanlah Tsunami, Ini Penjelasan Resminya

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan banjir pesisir yang melanda Manado, Sulawesi Utara pada Minggu kemarin bukan tsunami

TribunManado/Istimewa
Air Laut meluap di Manado 

"Akumulasi kondisi di atas yaitu gelombang tinggi, angin kencang di pesisir dan fase pasang air laut maksimum yang menyebabkan terjadi kenaikan air laut sehingga mengakibatkan banjir yang terjadi di Manado," jelas dia.

"Karena itu kami mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir selalu mewaspadai ancaman bahaya pesisir ketika fase pasang air laut berbarengan dengan gelombang tinggi," pungkas Eko.

Viral Video Detik-detik Air Laut Meluap di Manado hingga Masuk Mal,

Viral fenomena air laut meluap di Manado hingga sampai masuk mal, ini kata BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengungkap salah satu penyebab gelombang yang terjadi di sepanjang Pantai Manado, Minggu (17/1/2021) sore, pengaruh angin kencang.

"Salah satu penyebab utama gelombang yaitu oleh pengaruh angin yang kencang," kata Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, lewat pesan singkat saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Ia menjelaskan, pada kejadian gelombang tinggi naik hingga ke permukaan (banjir rob) yang terjadi di Manado Town Square (Mantos) dan sekitarnya dipengaruhi kecepatan angin yang kencang.

"Ditambah gelombang laut yang tinggi sehingga gelombang yang datang ke bibir pantai akan lebih signifikan dan terbawa ke tepi pantai," ujar Ben.

Ben menuturkan, banjir rob biasanya terjadi jika topografi pantai yang rendah.

"Salah satunya di daerah Mantos yang cenderung merupakan daerah reklamasi," sebut dia.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved