Breaking News:

Disebut Terburu-buru Keluarkan Izin Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Kata BPOM

BPOM dianggap terburu-buru dalam mengeluarkan EUA vaksin Covid-19 Sinovac atau Vaksin CoronaVac, ini kata BPOM

bgr.com
ILUSTRASI vaksin. 

TRIBUNPALU.COM - Badan POM terus melakukan pengawalan dan mengedukasi masyarakat terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Hal itu disampaikan Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor, dan Zat Adiktif Badan POM (Plt. Deputi 1), Togi Hutadjulu dalam webinar bertema “Vaksinasi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional 2021” yang diselenggarakan Tribun Network Kompas Gramedia, Senin (18/1/2021).

Webinar tersebut sekaligus merupakan rangkaian acara launching TribunPalu.com, portal ke-50 Tribun Network Kompas Gramedia yang diadakan secara daring melalui live Youtube, Facebook dan Zoom.

Togi mengatakan, peran Badan POM dimulai dari sebelum diberikannya persetujuan izin edar atau pemberian persetujuan penggunaan saat kondisi kedaruratan atau Emergency Use Authorization/EUA, hingga setelah mendapatkan EUA dan didistribusikan ke masyarakat.

“Di masa pandemi ini, tugas dari Regulator Otoritas Obat salah satunya harus melakukan percepatan dalam mendukung akses dan ketersediaan obat dan vaksin sehingga dapat digunakan masyarakat dengan harapan dapat menghentikan wabah ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Deputi I mengklarifikasi berbagai isu yang berkembang di masyarakat, dimana BPOM dianggap terburu-buru dalam mengeluarkan EUA vaksin Covid-19 Sinovac atau Vaksin CoronaVac.

“Di masa pandemi ini, tugas dari Regulator Otoritas Obat salah satunya harus melakukan percepatan dalam mendukung akses dan ketersediaan obat dan vaksin sehingga dapat digunakan masyarakat dengan harapan dapat menghentikan wabah ini,” jelasnya.

Menurutnya, EUA adalah bentuk fleksibilitas yang diterapkan bukan hanya di Indonesia tetapi secara internasional.

"EUA hanya dapat diberikan apabila tidak ada alternatif pengobatan ataupun vaksin sebagai pencegahan yang tersedia di masyarakat," lanjutnya.

Dalam kondisi kedaruratan pandemi Covid-19, Badan POM telah mengeluarkan regulasi untuk mengantisipasi kebutuhan obat dan vaksin dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved