Breaking News:

Pengamat Nilai 'Gerakan Kudeta' Demokrat Bisa Diselesaikan dengan Elegan: Undang AHY ke Istana

Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus merespons surat yang dikirim AHY.

Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019) sore tadi. 

TRIBUNPALU.COM - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebutkan bahwa ada gerakan yang ingin mengambil paksa partainya ternyata menuai perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga.

Soal pernyataan AHY tersebut Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus merespons surat yang dikirim AHY.

Isi surat tersebut diketahui meminta klarifikasi presiden soal dugaan keterlibatan pejabat tinggi di lingkaran kekuasaan untuk mengkudeta posisi Ketua Umum Partai Demokrat.

Baca juga: Sindir Pidato AHY terkait Upaya Moeldoko Kudeta Partai Demokrat, Gerindra: Belanda Masih Jauh

Baca juga: Jawab Teka-teki Sosok yang Disebut Ingin Rebut Paksa Partai Demokrat, Herzaki Mahendra: KSP Moeldoko

"Sungguh elok bila Presiden Jokowi juga merespons permohonan klarifikasi dengan mengundang AHY ke Istana," kata Jamiluddin melalui keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Jamiluddin menilai, pertemuan itu seharusnya dilaksanakan secepatnya.

Baca juga: AHY Sebut Ada Pihak yang Ingin Ambil Alih Kepemimpinan Demokrat Secara Paksa dengan Libatkan Pejabat

Hal itu dilakukan agar persoalan dugaan keterlibatan orang dekat Jokowi di internal Partai Demokrat tidak menjadi bola liar.

Jangan sampai isu ini dimanfaatkan para petualang politik untuk membuat negeri ini menjadi gaduh.

"Dengan cara itu, Presiden Jokowi memperlihatkan kepada khalayak luas, partai politik harus independen. Tidak boleh ada pihak-pihak yang mengintervensi partai politik, apalagi mengkudeta ketua umumnya," ucapnya.

"Kalau Jokowi melakukan hal itu, pastilah akan dikenang sebagai presiden yang sangat menghormati partai politik sebagai pilar demokrasi," lanjutnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat: Jokowi Harus Undang AHY ke Istana Beri Klarifikasi 'Gerakan Kudeta' Ketum Demokrat, 

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved