Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Ketahuan Pakai Surat Keterangan Palsu, 18 Siswa IPDN di Palu Gagal Terbang

18 siswa IPDN penumpang maskapai Batik Air tujuan Jakarta ketahuan menggunakan surat keterangan (suket) kesehatan Rapid test antigen palsu.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Kristina Natalia
TribunPalu.com/Nur_Saleha
Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Ubaedillah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU- Sebanyak 18 siswa Institusi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) calon penumpang maskapai Batik Air tujuan Jakarta gagal berangkat, Kamis (11/2/2021) pagi.

Belasan penumpang itu ketahuan menggunakan surat keterangan (suket) kesehatan Rapid test antigen palsu.

Mereka batal berangkat setelah pemeriksaan di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Ubaedillah mengatakan pihaknya sudah melakukan pencegahan terhadap 18 calon penumpang.

Dampak Penambangan Emas, Warga di Desa Buranga Parimo Kehilangan Air Bersih

Khawatir Banjir, Warga Tolak Tambang Emas di Desa Buranga Parimo

Tangani Sampah di Palu, Kadis Pernah Pakai Dana Pribadi dan Berutang untuk Beli BBM

"Saat ini penanganan ada di Polsek Palu Selatan," kata Ubaedillah saat konferensi pers di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, pada Kamis (11/2/2021) siang.

Ubaedillah mengaku mendapat laporan itu dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yang bertugas untuk memvalidasi dokumen kesehatan.

Lanjut, Ubaedillah mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui asal klinik pembuatan suket kesehatan palsu itu.

"Yang jelas dokumennya itu diindikasi palsu sehingga dilakukan pencegahan pada 18 calon penumpang," jelasnya.

Sementara itu Koordinator KKP di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Lisda menambahkan 18 penumpang tersebut tidak terdaftar di salah satu klinik dalam surat keterangan.

Saat dikonfirmasi pun, pihak klinik menyatakan nama-nama tersebut tidak terdaftar pada pemeriksaan Rapid test antigen. 

"Tugas kami hanya memvalidasi dokumen. Biasanya kami akan melihat dari kliniknya dulu, apakah terdaftar atau tidak. untuk kasus ini ke 18 nama ini tidak terdaftar," singkatnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved