Breaking News:

Virus Corona

Masyarakat Umum Akan Mulai Divaksin April 2021, Daerah Zona Merah dan Padat Penduduk Jadi Prioritas

Masyarakat umum direncanakan akan diberi Vaksin Covid-19 sekitar April 2021. Daerah zona merah dan pemikiman yang padat warga akan menjadi prioritas

Twitter/@jokowi
Suasana pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 untuk para tenaga kesehatan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021) 

Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksinasi COVID-19 untuk petugas pelayanan publik akan dimulai pekan depan.

Selain itu, masyarakat dengan risiko tinggi terpapar COVID-19 juga bisa segera mendapatkan suntikan vaksin.

"Mulai pekan depan ini sudah mulai masuk (vaksinasi untuk) pelayanan publik yang sering berhubungan dengan masyarakat," ujar Jokowi pada "Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021" di Istana Negara yang ditayangkan virtual di YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan yang menjadi kelompok prioritas utama. Hingga data per 11 Feburari 2021, total penerima vaksin COVID-19 di Indonesia telah mencapai 1 juta orang atau tepatnya 1.017.186 orang.

"Pencapaian hari ini karena adanya penambahan penerima vaksin sebanyak 47.460 orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito tegaskan herd immunity terbentuk dengan membiarkan orang terpapar covid-19 itu keliru. (Covid19.go.id)

Untuk diketahui total sasaran penerima vaksin di Indoensia mencapai 181.554.465 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.468.764 orang merupakan kelompok prioritas yakni SDMK (Sumberdaya Manusia Kesehatan).

Sementara untuk perkembangan vaksin sembuh di Indonesia bertambah sebanyak 10.145 orang. Penambahan hari ini meningkatkan jumlah kesembuhan kumulatif mencapai 993.117 orang dengan persentasenya sebesar 83,3%.

"Sedangkan, melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, per hari ini menurun sebanyak 1.924 kasus dan totalnya berkurang menjadi 166.492 kasus dengan persentasenya sebesar 14 persen," katanya.

Meski demikian kata Wiku, pasien terkonfirmasi positif hari ini masih bertambah sebanyak 8.435 kasus. Sehingga total jumlah kasus kumulatif per hari ini mencapai 1.191.990 kasus.

"Sementara jumlah terkonfirmasi negatif COVID-19 dari hasil periksa laboratorium, hingga hari ini tercatat mencapai 5.399.580 kasus termasuk tambahan hari ini sebanyak 29.966 kasus," katanya.

Halaman
1234
Editor: Putri Safitri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved