Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Air Berangsur Surut, Ini Jumlah Korban, Rumah Rusak dan Lokasi Pengungsi di Daerah Banjir Touna 

Akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Tojo meluap dan merendam Desa Tayawa dan Bahari di Tojo Una-una.

TribunPalu.com/Handover
Sebanyak enam rumah di dua desa di Kabupaten Tojo Una-una , Sulawesi Tengah hanyut terbawa banjir, Kamis (18/2/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, TOUNA - Akibat hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Tojo meluap dan merendam Desa Tayawa dan Bahari di Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-una (Touna).

Informasi dari Tagana kabupaten Touna, akibatnya memaksa 180 Kepala Keluarga (KK) mengungsi. Kejadian tersebut terjadi Kamis (18/2/2021) sore.

Sementara itu 20 KK atau 114 jiwa warga Dusun II tinggal bersama keluarga terdekatnya.

Sedangkan di Desa Bahari ada 6 rumah hanyut terbawa arus sungai.

Enam KK warga desa Bahari tersebut terpaksa ikut menginap di rumah kerabat dekatnya.

Tak ada korban jiwa pada peristiwa itu.

BPBD Sulteng Tunggu Kabar, Bersiap Turunkan Personel ke Lokasi Banjir Tojo Una-una

Adik Kandung Ayus Sabyan Benarkan Nissa Sabyan Jadi Orang Ketiga, Akui Punya Bukti Perselingkuhan

Kantror Dinas Pariwista Palu Lengang di Jam Kerja, Ini Penjelasan Kadis

Korban Banjir di Tojo Una-una Diungsikan ke Gedung Madrasah

Namun banjir tersebut menyebabkan kerugian materil dan juga merusak fasilitas umum.

Update dari Tagana hingga pukul 18.37 Wita, ada 200 rumah terendam banjir di dua desa itu.

Koordinator Tagana Kabupaten Touna Gusman Adam mengungkapkan, Tagana telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, pihak kepolisian, TNI, dan juga PMI.

"Tadi sore ada tim gabungan ikut segera mengevakuasi sejumlah warga terdampak, mencari dan menentukan titik pengungsian serta lakukan assessment," kata Gusman, Kamis malam.

Gusman pun menuturkan warga disana saat ini membutuhkan berupa air bersih, air mineral, perlengkapan bayi dan balita, makanan siap saji, beras, selimut, tenda dan matras.

Kondisi di dua desa itu, air berangsur-angsur surut namun kondisinya banyak rumah warga kemasukan lumpur dan tumpukan kayu.

"Jadi kami butuh mobil tangki air bersih untuk bersihkan rumah-rumah warga dari lumpur," katanya.

Petugas Tagana sendiri berada dilapangan saat ini berjumlah 7 personel. (*)

Penulis: Moh Salam
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved