Breaking News:

Songgo Poasi Hidayat Pasha

Kesaksian Satpol PP 5 Tahun Berjaga di Rujab Pasha Ungu: Sering Dimarah, Namanya Juga Kerja

Pasha Ungu berangkat ke Jakarta, Rabu (17/2/2021). Karena masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Palu berakhir 16 Februari 2021.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM
Sejumlah personel Satpol PP berjaga di Rujab Pasha Ungu Jl Balai Kota Timur Palu, Kamis (18/2/2021). 

Acara perpisahan Hidayat dan Pasha Ungu itu digelarf di kawasan Hutan Kota Kaombona Palu.

Selain bisa disaksikan langsung, acara perpisahan juga bisa disaksikan via channel Youtube Dinas Kominfo Kota Palu dan aplikasi daring Zoom.

Masa Jabatan Hidayat Pasha Ungu Berakhir

Sebelumnya, Pasha Ungu dan Wali Kota Palu Hidayat diusulkan berhenti dari jabatannya.

Usulan pengesahan pemberhentian itu disampaikan di rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palu, Senin (1/2/2021) siang.

Keduanya selanjutnya digantikan pasangan wali kota dan wakil wali kota terpilih Palu, Hadianto Rasyid dan Reny Lamadjido.

Agenda ini ditetapkan di gedung DPRD Palu  di Jl Moh Hatta, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Masa akhir jabatan pasangan Hidayat - Pasha ini 16 Februari 2021.

Rapat paripurna itu dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kota Palu Erman Lakuana dan Wakil Ketua II Rizal Dg Sewang.

Hidayat dan Pasha Ungu,  resmi menjabat sebagai pasangan kepala daerah Palu, 17 Februari 2016 silam.

Kala itu mereka diusung PKB dan PAN.

Di tahun kedua jabatan mereka, Palu diguncang triobencana dahsyat; gempa, tsunami, dan likuefaksi, 28 September 2018.

Tiga tahun terakhir masa jabatan duo birokrat-selebritis ini, disibukkan menata Kota Palu pascabencana.

Pandemi global Corona Virus Disease (COVID-19) membuat, pasang surut dan kinerja pasangan dihadang tantangan berat.

Sementara itu, Pada 14 Desember 2020 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palu, resmi menetapkan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu Hadianto Rasyid-Reny A Lamadjido sebagai pemenang dalam Pilwali Kota Palu.

Pasangan politisi Hanura dan ibu dokter ini diusung PKB dan Hanura.

Mereka ditetapkap sesuai keputusan KPU Kota Palu nomor 402/PL.02.6-KPP/7272/KPU-kot/XII/2020.

Total suara sah yang dihitung KPU saat itu adalah 160.271 suara.

Dalam keputusan ini, Paslon yang diusung PKB dan Hanura ini meraup suara sebesar 64.249 (40,08 persen) suara.

Pasangan Hadi-Reny ini selisih 26.989 dengan peraih suara tertinggi kedua.

Pasangan peraih suata terbanyak kedua adalah Imelda Liliana Muhidin-Arena JR Parampasi sebesar 37.260 suara atau (23,24 persen).

Pasangan ini diusung Golkar, dan Gerindra.
Peraih suara ketiga adalah Hidayat-Habsa Yanti Ponulele. Mereka meraih 30.372 suara atau 18,9 persen dari total suara sah.

Sementara juru kunci Pilwali Palu, 9 Desember 2020 lalu adalah pasangan nomor urut 4 Aristan-Wahyuddin.

Pasangan Nasdem dan PKS ini meraih 17,7 persen atau 28.390 suara. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved