Palu Hari Ini
DPRD Palu Ingin Pemkot Libatkan Generasi Muda dalam Pembangunan Pascabencana
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alias DPRD Palu Mutmainah Korona mendorong Pemerintah Kota Palu proaktif mengangkat potensi anak muda.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah alias DPRD Palu Mutmainah Korona mendorong Pemerintah Kota Palu proaktif mengangkat potensi anak muda.
Wanita akrab disapa Neng ini mengatakan, generasi muda memilik segudang inovasi.
Inovasi itu harus diapresiasi dan didukung oleh pemerintah.
"Banyak anak-anak muda berprestasi di Kota Palu. Bahkan beberapa lulusan kampus di sini sudah mendapat penghargaan dari daerah lain," ucapnya, Minggu (21/2/2021) pagi.
Lebih lanjut, Mutmainah berpesan kepada wali kota terpilih agar memberikan kesempatan untuk anak-anak muda.
Karena Kota Palu masih dalam proses pemulihan pascabencana.
• Terancam Hukuman Kebiri, Pelaku Lecehkan 5 Anak Kandungnya, Ternyata Mantan Napi Kasus Narkoba
• Bocoran Ikatan Cinta 21 Februari 2021: Ungkap Pelaku, Mateo Seret Elsa ke Penjara, Nino Gugat Cerai
• Ramalan Zodiak Minggu 21 Februari 2021: Pisces Jangan Buat Gununng dari Bukit Tahi Lalat
• Hasil Liga Inggris - Kalah Derby Lawan Everton, Liverpool Terus Lanjutkan Tren Menurun
"Ajak anak-anak muda dalam perencanaan Kota Palu ke depan, biar mereka turut memikirkan. Saya mengapresiasi ketika Masjid Apung gelar sayembara desain arsitek. Ternyata banyak anak muda mendaftar dan berkreasi. Itu sangat keren," tuturnya.
Masjid Apung merupakan salah satu ikonik Kota Palu yang terdampak bencana dua tahun lalu.
Seperti diketahui, Sulawesi Tengah (Sulteng) pernah diterpa trio-bencana, gempa, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018.
Bencana itu melanda empat daerah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian dan kerusakan akibat bencana lebih dari Rp 18,48 triliun.
Kota Palu menjadi daerah dengan kerugian dan kerusakan terbesar mencapai Rp 8,3 triliun.
Disusul Kabupaten Sigi Rp 6,9 triliun, Donggala Rp 2,7 triliun dan Parigi Moutong Rp 640 miliar.
Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi 5 sektor pembangunan
Di antaranya sektor permukiman Rp 9,41 triliun, infrastruktur Rp 1,04 triliun, sosial Rp 3,37 triliun, ekonomi Rp 4,2 triliun dan lintas sektor Rp 440,9 miliar.
Adapun kerusakan meliputi 115.103 unit rumah, 645 unit layanan agama/rumah ibadah, 340 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 8.695 unit, jalan 168 titik retak, jembatan 7 unit dan sebagainya. (*)