Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Rentan Terpapar Covid-19 Lewat Sampah Rumah Tangga, Begini Nasib Pemulung di TPA Kawatuna Palu

Puluhan warga menggantungkan hidupnya di Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Minggu (21/2/2021).

TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Sejumlah warga di TPA Kawatuna Palu tidak memakai masker dan sarung tangan dan di sekitarnya ada puluhan sapi memakan sampah, Minggu (21/2/2021). 

Terutama dalam pencegahan penyebaran Covid-19, karena sampah yang mereka sentuh tidak menutupkemungkinan berasal dari orang terpapar  Covid-19.

"Kami ini seperti tidak di perhatikan pemerintah," katanya.

Sarania mengungkapkan, karena hsail dari mencari sampah di lokasi itu dia dan keluarganya bisa bertahan hidup. 

"Saya jual itu per minggu, sampai 20 karung biasa, lakunya Rp 200 ribu," ucap Sarania.

INFO BMKG: 2 Kali Gempa Guncang Poso Hari Ini

CEK FAKTA: Benarkah Panaskan Uang di Penanak Nasi Selama 40 Menit Bisa Bunuh Virus Corona?

Soal Isu Selingkuh dengan Nissa Sabyan, Ayus Sabyan Minta Maaf kepada Ririe Fauzi: Saya Khilaf

Sementara itu, Fadli (25) menjelaskan, dirinya menghidupi istri dan dua anak dari hasil memungut sampah di TPA.

"Saya pungut sampah plastik, dos dos juga itu baru saya jual ke pembeli yang biasa datang kemarin (di TPA), hasilnya itu lumayan juga," jelasnya.

Untuk diketahui, tanggal 21 Februari ditetapkan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). 

Penetapan tanggal itu untuk mengenang tragedi di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat.

Pada peristiwa itu, sedikitnya 157 jiwa melayang akibat ledakan gas metana dari tumpukan sampah.

Belajar dari kejadian tersebut, pengelolaan sampah merupakan hal yang harus dilakukan dengan serius. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved