Breaking News:

Tambang Parimo Longsor

Tiga Petambang Belum Ditemukan, Tim SAR Buka Posko Korban Hilang di Tambang Emas Desa Buranga

Tim SAR gabungan membuka posko korban hilang di tambang emas Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Penulis: Kristina Natalia | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU.COM/LIA
Basarnas dan warga sekitar melakukan pencarian korban longsor di area tambang Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (25//2/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Tim SAR gabungan membuka posko korban hilang di tambang emas Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Data sementara, ada 15 korban selamat, lima ditemukan meninggal dunia dan tiga masih dalam pencarian.

“Lima yang ditemukan saat ini empat perempuan dan satu laki-laki. Sementara tiga korban dalam pencarian yakni berjenis kelamin laki-laki,” jelas Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, Kamis (25/2/2021).

Andrias menjelaskan, pencarian dilakukan menggunakan alat SAR, dua alat berat dan dibantu warga dengan penggalian manual menggunakan sekop.

Baca juga: Ditangkap dari Kampung Narkoba Tatanga, Polisi Sita Aset Raja Sabu Palu Senilai Rp 10 M

Baca juga: Per 1 Maret, Pengendara Masuk Kota Palu Tak Lagi Diperiksa

Baca juga: Polda Sulteng Sediakan Wifi Gratis di Kampung Tangguh Palu

Korban terakhir yakni pasangan suami istri bernama M Jawir (42) dan Yanti Ngambas (42) warga Dusun II Lonja, Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

“Suaminya korban keempat yang ditemukan dan setelah itu istrinya,” tutur Andrias.

Hingga saat ini belum ada ketambahan data baru korban hilang.

Sementara Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi sisa korban hilang.

“Kita mengupayakan pencarian berakhir hari ini dan semua korban bisa ditemukan,” terangnya.

Baca juga: Oknum Polisi Tembak Mati Anggota TNI, Kapolda Metro Jaya: Mohon Maaf yang Setinggi-tingginya

Baca juga: Kunjungi PT GNI, Wagub Sulteng Ingin Tenaga Kerja Lokal Diutamakan

Baca juga: Akademisi UNTAD: Setelah Dilantik, Wali Kota Harus Tuntaskan Persoalan Bantuan ke Masyarakat

Kata Andrias data bisa saja berubah sesuai dengan laporan warga.

Kondisi TKP saat ini dipadati warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi korban longsor.

“Kami mengimbau warga agar tidak berada terlalu dekat dengan lokasi tambang karena berbahaya. Demi keselamatan polisi memberi batas dan tidak mengizinkan warga melihat terlalu dekat,” jelasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved