Breaking News:

Tambang Parimo Longsor

Tambang Ilegal Makan Korban, Wabup Parigi Moutong: Penambangan di Desa Buranga Kita Hentikan

Wabup Parigi Moutong Badrun Nggai menghimbau masyarakat untuk menghentikan sementara kegiatan pertambangan ilegal di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Muh Ruliansyah
handover
Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong Badrun Nggai menghimbau masyarakat untuk menghentikan sementara kegiatan pertambangan ilegal di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo.

Aktivitas di tambang tersebut telah menelan belasan korban jiwa.

Sebagaimana diketahui, tambang emas ilegal di Desa Buranga longsor pada Rabu (24/2/2021).

Sebagai respon atas kejadian tersebut, Pemerintah Parigi Moutong akan menghentikan sementara segala aktivitas di tambang tersebut.

Baca juga: Kepala BRSDM KP RI Berkunjung ke Parigi Moutong di Bulan Maret, Ini Agendanya

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jumat, 26 Februari 2021 di Sulawesi Tengah: Cerah hingga Hujan Sedang

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Buka Data 10 Kab/Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Solo Pertama

"Sambil menunggu solusi dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat, untuk sementara penambangan di Desa Buranga kita hentikan," kata Badrun, Kamis (25/2/21).

Menurut Badrun, solusi yang ditunggu dari Pemerintah Provinsi dan Pusat adalah apakah masih diperbolehkan kembali atau tidaknya penambagan emas di Desa Buranga.

"Saya katakan bukan ditutup, tetapi dihentikan sementara. Kita menunggu dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat kita agar tidak terjadi lagi korban berikutnya," ujar Badrun.

Proses pencarian dan evakuasi korban longsor tambang emas di Kabupaten Parigi Moutong terus dilakukan.

Sampai dengan Kamis (25/2/2021) sore, Tim SAR Gabungan menemukan 6 korban dalam kondisi meninggal dunia.

Total korban longsor tambang emas di Desa Bunranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong itu berjumlah 23 orang.

Baca juga: Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Kalimantan Barat

Baca juga: Dilantik Besok, Bupati dan Wali Kota Hanya Boleh Bawa Istri ke JCC Palu

Baca juga: Danrem 132 Tadulako Apresiasi Kinerja RT-RW di Kampung Tangguh Palu

"Korban selamat 16 orang, meninggal 6 orang, dan 1 orang masih dicari tim SAR," jelas Kepala Kantor Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes, Kamis malam.

Ke-6 korban meninggal duni tersebut antara lain Fitri, Ana, Lis, M Jawir, Yanti Ngambas dan Alimuddin. 

Selain itu, 3 korban selamat saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas Ampibabo: Rahmat, Ronal dan Aqamsah.

"Korban dalam pencarian bernama Maskan," tambah Andrias Hendrik Johannes.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved