Breaking News:

Sindir AHY yang 'Instan' Jadi Ketum Partai Demokrat, Jhoni Allen: Di Puncak, Tapi Tak Pernah Mendaki

Ia berpendapat bahwa bahwa AHY tidak pernah berupaya mendaki ke puncak gunung, tetapi tiba-tiba berada di puncak.

(KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)
Agus Harimurti Yudhoyono - 

"AHY selaku ketua umum tidak tahu cara turun gunung, sehingga bapaknya, SBY yang saya hormati menjadi turun gunung. Inilah yang disebut krisis kepemimpinan," terang dia.

Demokrat angkat bicara

Beberapa jam setelah video Jhoni Allen beredar, Partai Demokrat pun angkat bicara melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis Herzaky Mahendra Putra.

Menurutnya, pernyataan Jhoni Allen hanya merupakan ekspresi kekecewaan dari seseorang yang baru dipecat.

Padahal, kata dia, pemecatan yang dilakukan Demokrat justru karena kesalahan dari Jhoni Allen sendiri.

"Anda-anda dipecat karena tindakan Anda sendiri, terlibat dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat dan bekerja sama dengan oknum kekuasaan melakukan abuse of power serta mencederai demokrasi Indonesia," kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Senin.

Selain itu, ia juga menanggapi adanya tudingan Jhoni Allen menyebut bahwa SBY tidak berkeringat dalam Pemilu 2004.

Menurutnya, tudingan tersebut merupakan cara dari Jhoni Allen untuk memanipulasi sejarah yang ada.

"Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai. Gagasan membentuk partai ini dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2001," jelasnya.

Ia juga menyoroti tudingan Jhoni yang menyebut SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat.

Menanggapi tudingan itu, Herzaky menduga Jhoni tidak tinggal di planet Bumi, melainkan di planet Mars.

"Mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet Bumi. Tinggal di planet Mars kali," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jhoni Allen: AHY Berada di Puncak Gunung, tapi Tidak Pernah Mendaki"

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved