Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Demo PETI di Desa Buranga, Massa Aksi Beri Waktu Polisi Satu Minggu Usut Tuntas Pemodal Tambang

Aliansi Peduli Lingkungan Parigi Moutong mendesak Polda Sulteng untuk menindak pemilik dan pemodal tambang di Desa Buranga, Kabupaten Parigi Moutong.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Kristina Natalia
Handover
Tuntutan massa aksi buntut longsor tambang di Parimo, Sulteng 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Aliansi Peduli Lingkungan Parigi Moutong mendesak Polda Sulteng untuk menindak pemilik dan pemodal tambang di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. 

Tuntutan itu disuarakan Senin (1/3/2021) dalam demonstrasi di Polda Sulteng Jl Sam Ratulangi Nomor 78, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. 

Karena jika tuntutan tidak dikabulkan, para pemuda dan mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi. 

Ultimatum ini disampaikan pendemo setelah berdialog dengan pihak DPRD Sulteng. 

Baca juga: Cairkan Bansos Tunai Rp 300 Ribu Maret 2021, Cek dengan LOGIN dtks.kemensos.go.id, Bawa KTP atau KK

Baca juga: Dipecat Demokrat, Jhoni Allen Kini Tuding SBY Pernah Kudeta Partai Demokrat: Kita Buka Fakta Sejarah

"Apabila dalam waktu satu minggu tidak ada tindaklanjut dari kepolisian, kami memastikan akan kembali aksi dan mengkampanyekan persoalan ini di media," kata Kordinator Lapangan (Korlap) Fandi Alang. 

Ia menekankan seharusnya pemerintah fokus menangani keberadaan tambang di Desa Buranga Parimo. 

"Kami sudah berdialog dengan perwakilan rakyat Parimo di DPRD. Mereka berjanji akan membentuk Pansus. Ini akan kami kawal satu minggu ke depan," tegasnya. 

Diketahui, tambang di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo telah mengakibatkan longsor pada Rabu (24/2/2021) lalu. 

Baca juga: Setahun sejak Kasus Corona Pertama di Indonesia, Ini Kondisi Pandemi di Tanah Air

Baca juga: Setahun Covid-19 di Indonesia, Masih Ingat Pasien Pertama Sita Tyasutami? Begini Kabarnya Sekarang

Peristiwa tersebut telah mengakibatkan korban jiwa. 

Data dihimpun TribunPalu.com, sampai saat ini terdapat 23 korban tertimbun material longsor. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang selamat dan 7 orang meninggal dunia. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved