Breaking News:

Seorang Kades Terancam Hukuman Mati karena Korupsi Dana Bansos Covid-19 Untuk Main Judi & Foya-foya

Diduga menyelewengkan dana bantuan covid-19 untuk foya-foya, oknum kepala desa Sukowarno Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas terancam pidana mati

TRIBUNPALU.COM
Ilustrasi 

TRIBUNPALU.COM - Oknum kepala desa Sukowarno Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas terancam pidana mati karena diduga menyelewengkan dana bantuan covid-19 untuk foya-foya.

Terdakwa Askari menjalani sidang perdana kasus ini secara virtual di Pengadilan Tipikor Palembang dengan majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi, Senin (1/3/2021) lalu. 

Ia didakwa melanggar ketentuan pasal primer yakni pasal 2 Ayat (1) atau pasal subsider pasal 3 dan lebih subsider pasal 8 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. 

 

"Sidang tersebut memang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang. Dan bila dilihat dari pasal yang didakwakan, ada pasal 2 yang memang betul ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun atau pidana mati," ujar Abu Hanifah, Humas Pengadilan Negeri Palembang saat dikonfirmasi, Rabu (3/3/2021). 

Baca juga: Kronologi Briptu Herlis Gugur saat Kontak Tembak dengan MIT Poso, Berawal dari Patroli Pengejaran

Baca juga: Bertemu dengan Sejumlah Tokoh Partai Demokrat, AHY: Mereka Mendukung Penuh Saya

Meski begitu, Abu menjelaskan bahwa penetapan hukuman bagi setiap terdakwa akan dijatuhkan sesuai dengan fakta persidangan. 

"Jadi penetapan hukumannya tergantung dengan pembuktian kesalahan terdakwa itu dalam proses persidangan yang dia jalani dan selanjutnya akan dipertimbangkan oleh majelis hakim," jelasnya. 

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut, terdakwa selaku kepala desa diduga tidak menyalurkan bantuan terkait Pencegahan dan Penanganan covid- 2019 ke warga Desa Sukowarno.

Akibat perbuatannya negara dirugikan sebesar Rp.187, 2 juta. 

Disebutkan bahwa uang itu diduga digunakan terdakwa untuk berbagai keperluan diantaranya membayar utang dan bermain judi togel. 

Baca juga: Jual LPG 3 Kg Seharga Rp 35 Ribu Per Tabung, Pemilik Kios di Jl Dewi Sartika Palu Ditindak Polisi

Saat dikonfirmasi, Kasi Pidsus Kejari Lubuklinggau, Yuriza Anthoni mengatakan, terdakwa Askuri diduga telah menyelewengkan dana bantuan covid-19 yang semestinya ditujukan bagi 165 KK. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved