Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Ada Ribuan Tambang Ilegal di Sulteng, Komisi III DPRD: Mungkin ada Kongkalikong dengan Oknum

Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Marlelah turut menyoroti soal PETI di Parimo.  Ia meminta kepada Dinas ESDM aktif menyelesaikan polemik PETI.

TribunPalu.com/Handover
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Marlelah 

Ada beberapa hal yang disorot Komisi III saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas ESDM

Ditambahkan Marlelah, Dinas ESDM Sulteng harus punya gebrakan atau cara jitu demi atasi PETI di Sulawesi Tengah

"Semua PETI itu harus ditutup. Kemudian pemerintah melakukan penindakan dan pengawasan kepada PETI yang sudah ditutup. Karena ketika kepolisian tidak ada dilokasi, mereka itu kembali beroperasi, kadang saat malam," jelas Marlelah

Justru dia menduga ada kongkalikong antara oknum aparat tertentu dengan pihak penambang. 

"Mungkin ada kongkalikong dengan oknum tertentu, mulai dari pihak desa, pemerintah atau lainnya. Ini justru memberi dampak kepada masyarakat dan lingkungan," ungkap politisi dari Fraksi Demokrat itu. 

Diketahui, tambang di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo telah mengakibatkan longsor pada Rabu (24/2/2021) lalu.

Peristiwa tersebut telah memakan korban jiwa.

Data dihimpun TribunPalu.com, kejadian ini mengakibatkan 23 korban tertimbun material longsor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang selamat dan 7 orang meninggal dunia. (*)

Penulis: fandy ahmat
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved