Breaking News:

Palu Hari Ini

Dilarang Rangkap Jabatan, dr Reny Lamadjido: Apakah Saya Harus Berhenti Jadi Dokter?

Ketua Satgas Penelitian dan Pengembangan KPK, Niken Ariati mengingatkan agar tidak ada benturan kepentingan dalam rangkap jabatan di pemerintahan.

TribunPalu.com/Alan_Sahril
Pertemuan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penelitian dan Pengembangan KPK, Niken Ariati dengan Pemkot Palu di ruang rapat Bantaya, Kantor Walikota Palu, Jumat (5/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril 

TRIBUNPALU.COM, PALU- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penelitian dan Pengembangan KPK, Niken Ariati mengingatkan agar tidak ada benturan kepentingan dalam rangkap jabatan di pemerintahan. 

Penyampaian tersebut disampaikan Niken Ariati Jumat (5/3/2021) siang di ruang rapat Bantaya, Kantor Walikota Palu, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikolore, Kota Palu Sulawesi Tengah 

"Dalam menjalankan pemerintahan diharapkan untuk semua kepala instansi ataupun ASN agar tidak merangkap jabatan untuk menghindari pelanggaran etika yang menyebabkan korupsi tanpa disadari," ucap Niken Ariati.

Mendengar penyampaian tersebut, dr Reny A Lamadjido mempertanyakan, mengenai  berprofesinya sebagai dokter sekaligus Wakil Wali Kota Palu.

Baca juga: BREAKING NEWS, Moeldoko Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam KLB

Baca juga: Gempa Berkekuatan 8.1 Magnitudo Guncang Kawasan Pasifik, Picu Peringatan Tsunami

Baca juga: Hadianto Luncurkan ATM Beras untuk Warga Miskin di Palu, Begini Cara Penggunaanya

"Jadi, bagaimana dengan profesi saya yang awalnya sebagai dokter? Apakah saya harus berhenti jadi dokter ?  Apakah saya tidak bisa membuka praktek lagi?," ucap dr Reny.

"Saat ini pasti pembagian waktu untuk profesi dulu dan sekarang sudah tidak seperti dulu saat sebelum menjadi Wawali Kota Palu, pasti akan disibukkan dengan dunia politik," balas Niken Ariati.

"Jika itu untuk kepentingan kemanusiaan silahkan saja, tetap harus di luar jam kerja dan transparansi semaksimal mungkin dilakukan," tambah Niken Ariati.

dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes
dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes (TRIBUNPALU.COM)

Niken Ariati menjelaskan, bahwa banyaknya tindakan korupsi tanpa disadari diakibatkan adanya rangkap jabatan. 

"Biasanya dalam rangkap jabatan terkadang ada benturan kepentingan dan terjadi pelanggaran etika, sehingga biasanya terjadi korupsi tanpa di sadari," jelas Niken Ariati.

Baca juga: DP3A Sulteng Latih Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan Desa di Tojo Una-una

Baca juga: Pohon Besar di Lapangan Vatulemo Ditebang, Pekerja: Sudah Tua dan Dahannya Sering Jatuh

Niken Ariati juga menyampaikan, timnya akan melakukan sosialisasi kepentingan rangkap jabatan dalam organisasi untuk menghindari terjadi tindak korupsi. 

"Kami telah mempersiapkan program sosialisasi mengenai kepentingan rangkap jabatan, karena masih banyak ASN tidak paham mengenai hal itu," ucap Niken Arianti (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved