Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Gatot Nurmantyo Buka Suara Soal Penunjukkanya di KLB Partai Demokrat

Panglima TNI periode 2015-2017 Gatot Nurmantyo menceritakan dirinya sempat diusung menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalu Kongres Luar Biasa (KLB).

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Muh Ruliansyah
handover/kompas
Gatot Nurmantyo 

TRIBUNPALU.COM - Panglima TNI periode 2015-2017 Gatot Nurmantyo menceritakan dirinya sempat diusung menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalu Kongres Luar Biasa (KLB).

Gatot Nurmantyo mengisahkan bahwa ketika tawaran itu datang, dirinya sempat merasa tertarik.

Pasalnya, Demokrat memang merupakan partai besar yang pernah membawa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden Republik Indonesia dua periode.

Baca juga: Bandar Narkoba Palu Ternyata Kabur Dari Penjara Sebelum Sidang Pertama, Ini Faktanya.

Baca juga: Mutasi Virus Corona, B.1.1.7 Telah Masuk Indonesia, Ini Cara Tepat Lindungi Diri

Baca juga: Sosok Nadya Arifta yang Diisukan Jadi Orang Ketiga Penyebab Kaesang Pangarep dan Felicia Putus

"Saya bilang siapa sih yang enggak mau partai besar, pengangkut Presiden segala macam. Ada juga yang datang ke saya. Saya bilang menarik juga," kata Gatot dalam kanal Youtube Bang Arief, Minggu (7/3/2021).

Namun ketertarikan Gatot Nurmantyo sirna ketika dijelaskan bahwa dirinya bisa menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalui cara KLB.

Dijelaskan kepada Gatot Nurmantyo, bahwa nantinya akan dilakukan mosi tidak percaya kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Mengetahui hal tersebut, Gatot Nurmantyo langsung menolak tawaran menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Dirinya mengaku tidak bisa melakukannya karena teringat kebaikan SBY selama menjadi presiden.

"Saya bilang menurunkan AHY, saya bilang gini lho, 'Saya ini bisa naik bintang satu, bintang dua, taruh lah itu biasalah. Tapi kalau begitu saya naik bintang tiga itu Presiden pasti tahu kan gitu. Kemudian jabatan Pangkostrad, pasti Presiden tahu. Apalagi Presidennya tentara waktu itu Pak SBY ya kan. Tidak sembarangan gitu," kata Gatot Nurmantyo.

Baca juga: 3 Spesialis Pembobol Gudang di KEK Palu Akhirnya Dibekuk Polisi

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia: Belum Ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang Berat

Baca juga: Menko Polhukam, Mahfud MD Pemerintah Masih Akui AHY Ketua Umum Demokrat

Menurut lulusa Akademi Militer tahun 1982 itu, dirinya tidak bisa membalas kebaikan SBY dengan  menjatuhkan anaknya AHY dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat melalui KLB.

Mempertegas penolakan tersebut, Gatot Nurmantyo pun mengatakan bahwa moral dan etika dirinya tidak bisa menerima cara kudeta dengan KLB tersebut.

"Saya bilang, saya terima kasih. Tetapi moral etika saya tidak bisa menerima cara seperti itu," tegasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved