Breaking News:

Juventus Tersingkir dari Liga Champions, Fabio Capello Marahi Anak Asuh Andrea Pirlo

Dalam wawancaranya, Capello mengaku sangat muak dengan penampilan Juve saat mereka bermain di perpanjangan waktu.

AFP PHOTO/Glyn Kirk
Fabio Capello. 

TRIBUNPALU.COM - Tersingkirnya Juventus dari ajang Liga Champions dini hari (10/3/2021)tadi membuat banyak orang meradang.

Satu di antaranya adalah mantan pelatih Bianconeri di musim 2004 hingga 2006 yakni Fabio Capello.

Pelatih legendaris Italia ini mengaku geram dengan penampilan Juventus yang medioker dalam laga melawan Porto tersebut.

Dikutip Tribunpalu.com dari Football-Italia, Fabio Capello menilai Juventus telah melakukan kesalahan yang tak termaafkan.

Capello menyoroti penampilan Bianconeri yang tak bisa memanfaatkan keuntungan jumlah pemain ketika Porto bermain dengan 10 orang

Baca juga: Ejek Kiper Usai Cetak Gol, Erling Haaland Nyaris Dikeroyok Pemain Sevilla

Baca juga: Nasib Ronaldo dan Pirlo di Ujung Tanduk karena Tak Mampu Hapus Kutukan Juventus

Ya, Porto harus kehilangan satu pemainnya pada menit ke-54 pertandingan usai Mehdi Taremi menerima kartu kuning keduanya.

Meski unggul dari segi jumlah pemain, Juventus tetap saja tersingkir karena mereka hanya mampu menang 3-2 sehingga Porto lolos dengan sistem gol tandang.

Dalam wawancaranya, Capello mengaku sangat muak dengan penampilan Juve saat mereka bermain di perpanjangan waktu.

Momen paling memuakkan itu terjadi saat tendangan bebas Sergio Oliveira menggeliat di bawah pagar betis, di mana Cristiano Ronaldo dan Adrien Rabiot melompat, membelakangi bola.

“Itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan,” bantah Capello saat dimintai keterangannya sebagai seorang pundit di Sky Sport Italia.

“Di zaman saya, Anda memilih pemain yang pergi ke tembok dan mereka tidak mungkin seseorang yang takut pada bola. Mereka takut pada bola dan melompat menjauh darinya, membalikkan punggung mereka. Itu tidak bisa dimaafkan. "

Capello juga mengecam para pemain veteran yang seolah tak tampil dengan fighting spirit.

Ia menilai justru para pemain muda seperti Matthijs de Ligt, Federico Chiesa dan Juan Cuadrado yang memiliki keinginan besar untuk memenangkan laga tersebut.

“Anda hanya melihat pemain termuda yang benar-benar turun tangan dan menunjukkan wajah mereka pada saat-saat sulit. Di tim ini, ada beberapa veteran yang muncul saat mereka menang untuk mengambil kredit, lalu tidak terlihat saat mereka kalah."

(Tribunpalu.com)

Penulis: Bobby W
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved