Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Konflik Partai Demokrat Semakin Memanas, Pengamat: Istana Seperti Bermain Dua Kaki

Konflik Partai Demokrat semakin memanas setelah kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko sama-sama mendatangi Kementrian Hukum dan HAM.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Muh Ruliansyah
Dok Kompas.com
Kolase foto AHY dan Moeldoko 

Adapun terkait kudeta yang dilakukan kubu Moeldoko, Refly Harun mengatakan bahwa motifnya bermacam-macam.

"Bisa saja motifnya motif kekuasaan, tapi bisa juga motifnya motif pribadi," tuturnya.

Refly harun pun merasa belum ada tanda-tanda mengenai sikap Istana terkait kisruh di Partai Demokrat.

Baca juga: Waspada Gejala Long Covid-19, Depresi, Sakit Dada Hingga Sulit Berpikir, Ini Cara Pencegahannya

Baca juga: Uang Setoran Kader, DPD Demokrat: Fitnah Besar, Simpan Tangisanmu untuk Hari Pertanggung Jawaban

Baca juga: 100 Hari Kinerja Hadianto-Reny, Ini 8 Perintah untuk Palu Mulai Lapor Wali Kota Hingga Tindak Pungli

Menurutnya, pihak Istana harus memberikan pilihan kepada Moeldoko, apakah mau menjadi KSP atau Ketua Umum Demokrat.

"Ini menunjukan belum ada tanda-tanda Istana itu memperingatkan Moeldoko dan memberikan ultimatin kepada Moeldoko memilih apakah mau menjadi KSP atau menjadi Ketua Umum Partai Demokrat," katanya.

Lebih lanjut, Refly Harun mengatakan bahwa saat ini misteri terkait gejolak di Partai Demokrat ada di pihak Istana.

"Misteri itu sebenarnya tidak hanya ada di Moeldoko, tapi misteri itu ada di Istana. Istana saat ini seperti melihat angin saja, apakah akan terus atau kah akan berhenti. Apakah akan mengapresiasi Moeldoko atau kah akan memberikan sanksi," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved