Breaking News:

Cerita Atlet

10 Tahun Bencana Nuklir Jepang, Kento Momota Tertahan di Indonesia: Aku Benar-benar Merasa Sendirian

Kenang satu dekade bencana gempa dan tsunami serta ledakan nuklir di Jepang, Kento Momota ceritakan kekhawatirannya, tertahan sendirian di Indonesia.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Isti Prasetya
Badminton Photo via BWF
Kenang satu dekade bencana gempa dan tsunami serta ledakan nuklir di Jepang, Kento Momota ceritakan kekhawatirannya, tertahan sendirian di Indonesia. 

“Menjelang akhir tahun pertama saya di sekolah menengah, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kamp pelatihan di Indonesia, sendirian,” kenang Kento Momota, dikutip dari Olympic Channel.

Saat itu dia berlatih di siang hari, kemudian seseorang tampak panik dan memberitahu dia untuk segera menyimak berita di televisi.

"Saat kami berlatih sekitar tengah hari, salah satu pria di sana, terlihat sangat panik, memanggil saya untuk menonton TV. Saat itulah saya mengetahuinya," ungkap dia.

Anthony Ginting beberkan soal kedekatan dengan rival kuatnya, Kento Momota. Akui sempat pernah beri semangat saat Momota alami kecelakaan di Malaysia.
Anthony Ginting beberkan soal kedekatan dengan rival kuatnya, Kento Momota. Akui sempat pernah beri semangat saat Momota alami kecelakaan di Malaysia. (badmintonindonesia.org)

Baca juga: Bahas Keakraban MomoGi, Anthony Ginting Akui Pernah Beri Semangat Kento Momota saat Alami Kecelakaan

Dalam berita di televisi, tampak Bandara Sendai tersapu tsunami, dan Kento Momota tak mengetahui jelas bagaimana kronologinya karena berita tersebut berbahasa Indonesia.

"Mereka (media televisi) menunjukkan bandara Sendai dan sepertinya bandara itu telah terhanyut. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada awalnya, tetapi saya dapat mengetahui kata-kata tertentu seperti lokasinya dan mengetahui bahwa telah terjadi gempa dan kemudian tsunami," kisah Kento Momota.

Kemudian, lanjut dia, seorang penduduk lokal (Indonesia) mencoba berbicara dengan bahasa Jepang dan menyuruhnya untuk segera menghubungi rekan tim bulutangkisnya.

Kento Momota langsung menelepon rekannya, tetapi saluran telepon benar-benar rusak dan tak bisa terhubung dengan siapa pun hingga malam harinya.

"Salah satu penduduk setempat berbicara dengan sedikit bahasa Jepang dan dia menyuruh saya menelepon rekan satu tim saya kembali di Jepang dengan tergesa-gesa tetapi saluran telepon benar-benar rusak. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun sampai malam," jelas Kento Momota.

Baca juga: Kento Momota Pecahkan Rekor Dunia Seusai Raih 11 Gelar Juara Sepanjang 2019

Dia pun dijadwalkan untuk terbang ke Jepang pada keesokan harinya.

Tetapi Kento Momota diberi tahu oleh saudaranya bahwa mungkin dia tidak bisa kembali ke kampung halamannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved