Breaking News:

Ilmuwan Berencana Bangun Gudang Sperma 6,7 Spesies Bumi di Bulan, Ini Tujuannya

Sejumlah ilmuwan menyusun rencana untuk melestarikan populasi manusia dengan mengirim sampel sperma ke bulan.

ist
Ilustrasi Gudang Sperma di Bulan 

TRIBUNPALU.COM - Sejumlah ilmuwan menyusun rencana untuk melestarikan populasi Manusia dengan mengirim sampel sperma ke Bulan.

Dilansir NYPost, para ilmuwan mekanik menyebut rencana ini sebagai polis asuransi global modern.

Bank sperma tersebut bakal jadi gudang sel reproduksi, sperma dan sel telur dari 6,7 juta spesies di Bumi, termasuk manusia.

Gudang tersebut nantinya akan dibangun di bawah permukaan Bulan.

Tujuan dari pembuatan bank sel reproduksi ini adalah untuk persiapan manusia dalam menghadapi krisis di Bumi seperti bencana alam, kekeringan, asteroid, dan potensi perang nuklir.

Ketika hal itu terjadi, manusia bisa melestarikan kehidupan di tempat lain selain Bumi.

Peneliti mengatakan kalo Bumi adalah tempat yang mudah menguap.

Baca juga: Apa itu Hari Perempuan Sedunia yang Diperingati Setiap 8 Maret? Cek Sejarah dan Penjelasannya

Baca juga: 4 Meninggal Dunia dalam Dua Kali Kontak Tembak TNI-Polri dengan Teroris MIT Poso di Awal Maret 2021

Baca juga: Kuliah Gratis di Turki Sambil Kunjungi Masjid dan Museum Terkeren Dunia

Karena ketidakstabilan Planet, jika penyimpanan dilakukan di Bumi, hanya akan membuat spesimen rentan.

Penulis penelitian ‘Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark’, Jekan Thanga dan rekan-rekannya dari Universitas Arizona, mengusulkan untuk memulai semacam eksodus Planet dengan mendirikan gudang benih manusia di Bulan sesegera mungkin.

Langkah ini meliputi sel reproduksi di ‘lubang’ Bulan yang baru-baru ini di temukan.

Ilmuwan mempercayai kalo pernah ada lava mengalir di ‘lubang’ tersebut.

Ark yang dalam Bahasa Indonesia artinya bahtera, berdasarkan presentasi Thanga, bisa melestarikan berbagai spesies jika terjadi bencana global.

Bahtera itu terdiri dari tempat penyimpanan dengan suhu yang sangat rendah.

“Kami masih bisa menyelamatkan manusia sampai kemajuan teknologi selanjutnya bisa memperkenalkan kembali spesies ini, dengan kata lain, simpan mereka untuk hari lain,” katanya dilansir laman New York Post.

‘Lubang’ Bulan itu menjadi tempat yang sangat tepat untuk menyimpan sel reproduksi makhluk hidup.

Mereka memiliki kedalaman 80 hingga 100 meter yang bisa menahan perubahan suhu drastis serta ancaman meteorit dan radiasi.

Baca juga: Pendaftaran Kuliah UTBK SBMPTN 2021, Simak Jadwal, Syarat dan Tata Cara Pendaftarannya

Baca juga: Resep Menu Sahur Puasa Ramadhan 2021 - Coba Kimlo Yuk! Menu Hangat untuk Sahur !

Baca juga: Keluarga Siswa SMK Ini Baru Tahu Rifaldi Meninggal Setelah Foto Screenshot Tersebar di WhatsApp

Thanga mengatakan, ada banyak tumbuhan dan hewan yang kini terancam punah dan menyebut letusan Gunung Toba di Indonesia 75.000 tahun lalu, sebagai alasannya.

Peristiwa itu, kata dia menyebabkan periode pendinginan 1.000 tahun dan sejalan dengan penurunan keragaman manusia.

Ada lebih dari 992.000 sampel unik, yang masing-masing berisi rata-rata 500 benih.

Thanga juga mengatakan kalo misi tersebut sangat hemat.

Untuk mengangkut 50 sampel dari setiap (6,7 juta sampel sel reproduksi) spesies akan membutuhkan 250 peluncuran roket.

Sebagai perbandingan, 40 peluncuran diperlukan untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang berada di orbit rendah Bumi, yang berjarak jauh lebih dekat daripada Bulan.(*)

Artikel ini telah tayang di Haionline.grid.id dengan judul Ilmuwan Bakal Kirim 6,7 Juta Sampel Sperma ke Bulan, Buat Apa?

Editor: mahyuddin
Sumber: Hai-online.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved