Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Kegunaan dan Efek Samping Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Hampir Sama, Ini Penjelasan BPOM di Palu

perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca terletak pada kompisisi dan nama perusahaan tempat produksinya, namun kegunaan dan efek samping hampir sama.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Palu Fauzi Ferdiansyah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Balai BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan) Palu Fauzi Ferdiansyah mengatakan tidak ada perbedaan signifikan antara vaksin Sinovac dan vaksin AstraZeneca.

"Kedua vaksin tersebut sama-sama digunakan untuk program vaksinasi massal pemerintah guna memutus mata rantai penularan COVID-19," ucap Fauzi Ferdiansyah kepada TribunPalu.com di Kantor BPOM Jl Undata, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu Sulawesi Tengah, Senin (15/3/2021).

Fauzi Ferdiansyah menjelaskan, perbedaan antara vaksin Sinovac dan AstraZeneca hanya terletak pada kompisisi dan nama perusahaan tempat produksinya, namun untuk kegunaan dan efek samping hampir sama.

"Kalau dari komposisinya pasti berbeda kalau Sinovac mengandung alumunium hidroksida yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin, sedangkan kandungan AstraZeneca berisi bahan genetik dari protein lonjakan namum kinerjanya sama," jelas Fauzi Ferdiansyah.

Baca juga: Hadianto Rasyid Terima Kunjungan Wali Kota Singkawang, Diskusi Program Prioritas

Baca juga: Kanwil Kemenkumham Sulteng Tayang di Tribun Mo Tesa-tesa, Paparkan 4 Hal Ini

Baca juga: Prakiraan Cuaca Selasa 16 Maret 2021, BMKG: 23 Wilayah Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir

Baca juga: Efek Samping Vaksin Dikabarkan Lebih Banyak Dialami Perempuan, BPOM: Tidak Ada Keterkaitan Gender

Ia menambahkan untuk hasil uji klinis kedua vaksin tersebut lulus dengan standar WHO (World Health Organization) di atas 50%.

"Kemarin dari data uji klinis vaksin sinovac sebesar 65% dan vaksin AstraZeneca 52% dari standar normal uji klinis WHO," terangnya.

Menurut Fauzi Ferdiansyah, jika untuk khasiat dari kedua vaksin tersebut tergantung dari individu penerima vaksinasi tersebut, bukan dari merk maupun harga vaksinnya.

"Semua akan tergantung objek yang akan di vaksinasi, namun dua-duanya memenuhi standar minimal uji klinis WHO," tandasnya.

Baca juga: Hal- hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Menerima Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Dibuka 15 Maret 2021, Ini Program Studi Untad untuk Pendaftar SBMPTN

Fauzi Ferdiansyah berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir mengenai perbedaan harga vaksin karena tujuannya sama.

"Untuk sementara tidak perlu khawatir akan harga karna saat ini masih di tanggung oleh pemerintah, namun untuk perbandingan harga vaksin tidak berpengaruh," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved