Breaking News:

Universitas Tadulako

Rektor Usulkan Warga Untad Divaksinasi Covid-19, Ini Beragam Tanggapan Mahasiswa

Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) memberikan tanggapan terkait usulan Rektor Prof Mahfudz agar warga Untad divaksinasi Covid-19.

TribunPalu.com/Handover
Sejumlah civitas akademika Untad jalani proses vaksinasi COVID-19 tahap pertama, Rabu (10/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sejumlah Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) memberikan tanggapan terkait usulan Rektor Prof Mahfudz agar warga Untad Divaksinasi Covid-19

Darmansyah, mahasiswa Jurusan Akuntansi mendukung rencana rektor tersebut. 

"Program vaksinasi covid-19 perlu untuk Mahasiswa. Apalagi hal ini bisa menunjang perkuliahan dilakukan secara tatap muka" kata Darmansyah, Senin (15/3/2021) siang.

Senada dengan Darmansyah, mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Alki A Lansirifu mengaku siap mengikuti program vaksinasi covid-19. 

Namun demikian, menurut Ari, pemerintah juga perlu memerhatikan skala prioritas mengingat ketersediaan vaksin di Indonesia masih terbatas. 

"Jika program vaksinasi ini menyasar mahasiswa tentunya sangat baik. Tetapi melihat rata-rata usia mahasiswa, menurut saya kekebalan tubuhnya masih kuat. Mungkin diperuntukkan terlebih dahulu bagi masyarakat umum, khususnya orang tua. Apalagi jumlah vaksin terbatas," ungkapnya. 

Penayangan Acara Lamaran Atta dan Aurel Dikritik, Ini 5 Hal yang Disorot: Pertanyakan Manfaat Siaran

Dibuka 15 Maret 2021, Ini Program Studi Untad untuk Pendaftar SBMPTN

VIRAL Pengantin Cantik Jemput Calon Suami Pakai Motor, Kebenarannya Kini Terungkap

Sementara itu, mahasiswa Jurusan Manajemen, Muh Agung Mubarak mengaku tak bersedia divaksin jika bukan suatu kewajiban. 

Pasalnya, dirinya masih ragu pada vaksin covid-19. 

"Jika vaksin ini bersifat wajib dari pemerintah maka saya bersedia. Tetapi kalau tidak saya tidak mau. Lagipula orangtua saya masih meragukan vaksin tersebut," ujar Agung. 

Sebelumnya, sejumlah civitas akademika Untad telah menjalani vaksinasi tahap pertama pada 10 Maret 2021.

Pada tahap pertama ini, sebanyak 272 vaksin diperuntukkan bagi dosen dan pegawai. 

Meski masih terbatas, Rektor Untad Prof Mahfudz berharap ada penambahan jumlah vaksin untuk tahap selanjutnya. 

"Jumlah pegawai di Untad sekitar 3.000-an. Saya harap selanjutnya ada penambahan jumlah vaksin yang dialokasikan untuk Untad. Termasuk mahasiswa harus menerima vaksin," kata Prof Mahfudz, dikutip Rabu (10/3/2021). (*)

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved