Cerita di Balik Keputusan AHY Kubur Mimpi di Militer, Ada Permintaan Demokrat dan Partai Koalisi

Andi Mallarangeng mengungkap cerita di balik keputusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengubur mimpinya di dunia militer.

Penulis: Haqir Muhakir | Editor: Muh Ruliansyah
handover
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat masih berkarir di militer 

TRIBUNPALU.COM - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng mengungkap cerita di balik keputusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengubur mimpinya di dunia militer.

Sebagaimana diketahui, AHY memilih pensiun dari dunia militer demi maju dalam pertarungan Pilgub DKI Jakarta 2017-2022.

Andi mengatakan, ketika menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017-2022, Partai Demokrat bersama partai koalisi tengah mencari sosok yang mampu diusung untuk maju ke Pilgub DKI, namun muncullah nama AHY yang diminta partai koalisi saat itu.

Saat itu, Andi mengungkapkan bahwa munculnya nama AHY untuk maju di Pilgub DKI tak pernah terpikirkan.

Baca juga: Pagi Ini, Anton Medan Akan Dimakamkan di Dekat Masjid Tan Kok Liong yang Bergaya Tionghoa

Baca juga: Kuasa Hukum Ancam Walk Out Jika HRS Tak Dihadirkan Dalam Sidang Hari ini: Biar Sidang dengan Tembok

Baca juga: HASIL LIGA INGGRIS: Video Detik-detik Tubrukan Horor Patricio-Coady yang Warnai Kemenangan Liverpool

Bahwa ketika itu AHY tengah menjalani tugas militer di Australia secara tiba-tiba namanya diminta untuk maju di Pilgub DKI saat itu.

"Jadi secara tiba-tiba koalisi partai sedang mencari figur calon Gubenur bersiang dengan pak Ahok dan pak Anies. Kemudian ketika dicari tidak ketemu figur yang kuat itu, akhirnya mereka menunjuk kenapa tidak putra Pak SBY saja," kata Andi Mallarangeng ketika berkunjung ke redaksi wartakotalive.com, Senin (15/3/2021).

Dikatakan Andi Mallarangeng, ketika nama AHY muncul, tidak serta merta Susilo Bambang Yudhoyono langsung menyetujui nama AHY masuk dalam daftar bursa Pilgub 2017.

SBY bahkan meminta secara langsung untuk menemui AHY mengenai penunjukan nama putranya itu.

Selain SBY, putranya AHY pun juga sempat menolak tawaran itu. Namun, pihak koalisi partai terus melobi AHY untuk mau maju di Pilgub DKI.

"Ya mungkin saat itu diyakinkan oleh para kader Demokrat dan kader partai koalisi. Mengatakan bahwa pengabdian kepada negara bisa berbagi cara tidak hanya di militer, bisa ke politik, mungkin saat itu mas AHY anggap itu duty call," kata Andi.

Di saat itu, pada akhirnya AHY pun memutuskan untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2017-2022.

Namun, meski kalah di Pilgub, Andi menganggap bahwa AHY mendapatkan sambutan yang luar biasa di seluruh Indonesia, tidak hanya di DKI.

Meski mimpi AHY di militer harus terkubur, tentu hal itu tidak mudah bagi AHY kala itu.

Apalagi kariernya di militer cukup cemerlang bahkan pangkat Jenderal pun sudah pasti menunggunya di dunia militer saat itu.

Baca juga: Wujudkan Kampus Merdeka, Ini Pesan Rektor Untad Usai Lantik 3 Dekan

Baca juga: Polisi Tindak Kios Tak Miliki Izin Pangkalan, Kapolres: Mereka Menjual LPG 3 Kg di Atas HET

Baca juga: Berlakukan PPnBM 0 Persen, Kalla Toyota Harap Dongrak Penjualan Selama Bulan Maret

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved