Breaking News:

Kabar Seleb

KPI Nilai Tayangan Acara Lamaran Atta-Aurel Tak Mendidik, RCTI: Faktanya Publik Merespons Positif

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memanggil RCTI terkait penayangan acara lamaran hingga rencana pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.

Editor: Ananda Putri Octaviani
KPI Nilai Tayangan Acara Lamaran Atta-Aurel Tak Mendidik, RCTI: Faktanya Publik Merespons Positif
RCTI
Momen di acara lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, Sabtu (13/3/2021).

TRIBUNPALU.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya memanggil stasiun televisi swasta RCTI pada Senin (15/3/2021) sore.

Pemanggilan tersebut merupakan buntut dari banyaknya aduan masyarakat terkait penayangan acara lamaran hingga rencana pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar di televisi.

Dalam pertemuan yang berlangsung secara daring itu, KPI menyampaikan peringatan, pandangan serta pertanyaan kepada RCTI seputar penayangan acara lamaran dan rencana pernikahan Aurel dan Atta.

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah memamerkan cincin lamaran yang dikenakan di jari manisnya, Sabtu (13/3/2021).
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah memamerkan cincin lamaran yang dikenakan di jari manisnya, Sabtu (13/3/2021). (Capture YouTube Intens Investigasi)

 

Baca juga: Ashanty Ungkap Persiapan Acara Lamaran Atta Halilintar dan Aurel Hanya 10 Hari: Bikin Merinding

Baca juga: Azriel Bahas soal Ikhlas dan Sabar Sehari setelah Acara Lamaran Atta Halilintar dan Aurel, Ada Apa?

Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran sekaligus Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, mengingatkan bahwa lembaga penyiaran seharusnya memberikan hiburan, informasi dan edukasi sesuai dengan kepentingan publik.

Terkait tujuan edukasi, menurut KPI, penayangan selebriti dengan durasi 3 jam itu belum ada unsur edukasinya.

"Hiburan iya, tapi edukasinya tidak ada apalagi saat ini tengah pandemi. Harusnya ada fungsi lain yang KPI inginkan masuk dalam siaran ini."

"Jika ada program yang ditayangkan, dalam menayangkan kehidupan privasi, tolong ada muatan yang memberi efek bagi publik khususnya edukasi."

"KPI ingatkan ini sebagai bagian pencegahan," pintanya dikutip dari laman KPI, Selasa (16/3/2021).

Hal senada turut disampaikan Komisioner KPI Pusat, Irsal Ambia.

Irsal mengatakan, siaran harus sejalan dengan kebutuhan publik yang tentunya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Baca juga: Lamaran Atta-Aurel di RCTI Disorot, Ini Alasan RCTI Siarkan secara Live: Sarat Unsur Budaya

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved