Breaking News:

PT IMIP

Peneliti Sebut Ribuan Pekerja Pabrik PT IMIP Menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut

Pegiat LSM dan peneliti senior, Arianto Sangadji menyatakan 34.000 pekerja menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

id.linkedin
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pegiat LSM dan peneliti senior, Arianto Sangadji menyatakan 34.000 pekerja menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap pabrik pengolahan nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Ia menyebutkan, data tersebut diperoleh dari laporan resmi PT IMIP pada tahun 2019.

Ribuan pekerja tersebut mengeluhkan penyakit ISPA hingga mendapat perawatan di Klinik PT IMIP. 

"Banyak sekali yang keluhkan penyakit ISPA. Berdasarkan data resmi pada tahun 2019, terdapat 34.00 orang datang ke Klinik PT IMIP karena penyakit ISPA," kata Arianto, Jumat (19/3/2021).

Baca juga: Gunakan Knalpot Racing, Seorang Pengendara Sepeda Motor di Banggai Kena Tilang Polisi

Baca juga: Buddha Tzu Chi Gandeng Universitas Tadulako Bangun Sekolah di Lokasi Huntap Tondo

Baca juga: Wujudkan Kota Palu Bersih, Dinas Lingkungan Hidup Libatkan Tiap Kecamatan dalam Penanganan Sampah

Pencemaran udara ini, kata Arianto, juga dikeluhkan warga sekitar area PT IMIP khususnya di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Debu dan asap pabrik diduga banyak mengakibatkan warga menderita ISPA.

"Sejak dibangunnya PT IMIP, masyarakat di Desa Fatufia sudah mengeluhkan aktivitas pabrik dekat permukiman mereka. Pasien Puskesmas Bahodopi juga banyak keluhkan penyakit ISPA. Hanya saja kasusnya tidak sebanyak di Klinik PT IMIP," terang Arianto.

Dikutip dari laman resminya, PT IMIP berkantor di Gedung Wisma Mulia, lantai 4, Jl Jenderal Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

PT IMIP adalah kawasan industri berbasis pengolahan Nikel dengan rantai industri terpanjang di dunia dan memiliki produk utama berupa Nikel, stainless steel dan carbon steel.

Halaman
12
Penulis: fandy ahmat
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved