Breaking News:

Susi Pudjiastuti Minta Dukungan Megawati agar Pemerintah Stop Impor Garam dan Beras: Please Ibu

Susi Pudjiastuti meminta dukungan Megawati agar pemerintah menghentikan realiasi impor garam dan beras.

Penulis: Lita Andari Susanti | Editor: Bobby Wiratama
Instagram @susipudjiastuti115
Susi Pudjiastuti 

Alasan Pemerintah Impor 3 Ton Garam

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali impor garam sebanyak 3 juta ton pada tahun ini. Hal itu berkaitan dengan kuantitas dan kualitas garam lokal.

Ia menjelaskan, pada dasarnya garam impor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri. Menurut Mendag, kualitas garam lokal belum sesuai dengan yang dibutuhkan industri.

"Garam itu kualitasnya berbeda. Di mana garam kita yang dikerjakan PT Garam dan petani rakyat ini belum bisa menyamai kualitas garam industri tersebut," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).

Dia mencontohkan, seperti yang terjadi pada industri mi instan. Satu bungkus mi instan dengan harga berkisar Rp 2.500 di dalamnya sudah mencakup ongkos untuk garam sebesar Rp 2.

Baca juga: Kalahkan Prabowo Subianto di Polling Pilpres, Anies Baswedan Diisukan Maju Bersama Susi Pudjiastuti

Mendah mengatakan, bila akhirnya produsen mi instan tersebut menggunakan garam lokal yang kualitasnya berbeda dengan kebutuhan, maka akan berpengaruh pada kualitas produk mi instan itu yang bisa berdampak buruk pada industri.

"Ada masalah-masalah di masa lampau, itu mi instan harganya kira-kira Rp 2.500 dan di dalamnya ongkos untuk garam itu Rp 2, tetapi garamnya tidak sesuai dengan spek untuk industri. Sehingga garam yang Rp 2 itu bisa menghancurkan mi instan yang Rp 2.500," jelas dia.

"Inilah yang sekarang menjadi permasalahannya, garam boleh sama asinnya tetapi kualitasnya berbeda," lanjut Lutfi.

Oleh sebab itu, lanjut dia, saat ini yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas garam dalam negeri, sehingga bisa memenuhi kebutuhan industri.

Lutfi menilai, persoalan garam ini malah seharusnya bisa dilihat oleh pelaku usaha dalam negeri sebagai peluang untuk memperbaiki dan mengembangkannya industri garam. Sehingga bisa menekan ketergantungan impor garam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved