Rizal Ramli Mengaku Pernah Ditawari Jadi Ketum Demokrat, Singgung Soal Partai Keluarga

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Rizal Ramli mengaku pernah ditawari menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Editor: Muh Ruliansyah
KONTAN
Rizal Ramli 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Rizal Ramli mengaku pernah ditawari menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Sekitar 3,5 tahun lalu, Rizal Ramli menyebut adanya rencana Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat dari beberapa kader senior.

Saat itu dirinya ditawari pendiri Partai Demokrat, Ventje Rumangkang untuk menjadi Ketua Umum versi KLB.

Menurut Rizal Ramli, alasan hendak digelarnya KLB saat itu karena 9 pendiri Partai Demokrat termasuk almarhum Vanjte Rumangkang kecewa dengan sikap keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Melisa Hartanto Tereliminasi dari Indonesian Idol, Ari Lasso: Penampilanmu Jarang Mengecewakan

Baca juga: Kelurahan Watusampu Jadi Wilayah Terparah Pendataan Penerima Huntap di Kota Palu

Baca juga: Guru Tak Hadir Vaksinasi, Ansyar Sutiadi: Segera ke Puskesmas Terdekat Supaya Divaksin

Selain itu para kader senior menilai adanya kemerosotan Partai Demokrat ketika jabatan dua periode SBY sebagai presiden berakhir.

“Kita (kata Venjte Rumangkang) kalau ada acara duduk di paling belakang doang. Paling depan itu keluarga SBY.”

“Dan menurut dia (Ventje Rumangkang) yang paling penting Partai Demokrat merosot terus setelah SBY enggak jadi presiden. Pada waktu itu 10 persen,” ungkap Rizal Ramli dilansir dari chanel YouTube Refly Harun, Selasa (23/3/2021).

Saat itu nama Rizal Ramli dianggap sebagai sosok yang bisa mengangkat kembali Partai Demokrat.

Bahkan Venjte Rumangkang secara langsung membujuk Rizal Ramli agar bersedia diangkat sebagai Ketua Umum.

“Pak Ventje bujukin saya, saya sudah bicara sama temen-temen kita ingin Pak Ramli yang pimpin Demokrat. Jadi Ketua Partai Demokrat lewat KLB."

“Pak Ramli enggak usah pusing soal biaya dan macam-macam. Karena kita, kata Vantje Rumangkang, yakin kalau Pak Ramli gabung sama kita, (Partai Demokrat) akan kembali naik lagi,” ucap Rizal Ramli.

Namun tawaran tersebut pada akhirnya ditolak oleh Rizal Ramli.

Dirinya mengaku enggan menduduki kursi Ketum Partai Demokrat karena mengingat SBY sebagai teman lamanya.

Baca juga: Histeris Lihat Suaminya Tewas Tanpa Kepala, Ternyata Kepalanya Dibawa Anak Keliling Rumah Tetangga

Baca juga: Sidang HRS Dinilai Sebagai Pengadilan Politik, Rizal Ramli: Sadar Diri Lah Pak Hakim

Baca juga: 1.800 Peserta Lolos SNMPTN Universitas Tadulako, Terbanyak di Prodi Ilmu Hukum

“Pak Ventje mohon maaf saya putuskan untuk tidak terlibat, Karena satu, saya baru keluar dari Pemerintahan Jokowi, yang kedua apapun SBY teman lama saya, SBY itu banyak sejarah sama saya,” katanya.

Meskipun sempat menolak tawaran menjadi Ketum versi KLB, Rizal Ramli mengaku saat ini kecewa melihat Demokrat yang telah berubah menjadi partai keluarga.

Rizal Ramli berpesan kepada SBY agar menjadikan Partai Demokrat sebagai partai yang lebih demokratis.

“Saking sayang anaknya makin lama (Demokrat) jadi partai keluarga. Pak SBY ubah dong partainya supaya lebih demokratis jangan hanya jadi partai keluarga,” katanya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved