Puasa Ramadhan 2021

Dokter Tak Sarankan Minum Kopi dan Teh saat Sahur, Begini Penjelasannya

Penjelasan dokter terkait bahaya minum kopi dan teh saat santap sahur.

pexels.com/Mareefe
ILUSTRASI secangkir teh. 

TRIBUNPALU.COM - Tinggal menghitung hari umat Muslim akan segera melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Biasanya pada saat menjalankan ibadah puasa, sejumlah orang akan menyiapkan berbagai makanan dan minuman spesial untuk disantap saat sahur dan buka puasa.

Biasanya minuman yang kerap dihidangkan pada saat sahur adalah teh dan kopi.

Meminum kopi pada saat sahur dimaksudkan agar saat beraktivitas di pagi tidak mengantuk.

Dan teh bagi sebagian orang dipercaya mampu menghangatkan tubuh.

Lantas apakah minum teh dan kopi saat sahur baik untuk kesehatan?

Baca juga: Bolehkah Berkumur dan Gosok Gigi Siang Hari Saat Puasa Ramadhan? Ini Hukumnya

Baca juga: Apakah Bergunjing atau Gibah di Bulan Ramadhan Membatalkan Puasa?

Dokter spesialis gizi klinik dari Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospital, Jakarta Selatan, dr Inge Permadhi mengungkapkan dua minuman tersebut mengandung cafein yang merangsang keluarnya air seni lebih banyak dan menyebabkan haus.

"Keduanya menyebabkan berkemih menjadi lebih banyak, sehingga menyebabkan rasa haus saat berpuasa," ujar Inge saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Ia mengungkapkan, minuman yang disarankan dapat dikonsumsi saat sahur bisa air putih, jus buah, atau susu.

Sebab, minuman-minuman tersebut lebih bergizi dan membantu menahan lapar lebih lama.

"Saat sahur kalau konsumsi jus buah juga memiliki rasa manis alami dari buah sendiri, supaya kadar gula darah tidak naik, kalau air putih untuk menghidrasi tubuh," lanjut Inge.

Menurutnya, untuk syarat atau ketentuan konsumsi air putih yakni sebanyak 8 gelas per hari.

Tetapi karena waktu makan saat bulan puasa terbatas, ia menyarankan agar menggunakan sistem 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam, dan 2 gelas saat sahur.

Namun, 8 gelas yang dianjurkan ini juga dapat digantikan dengan air sup saat makan sup atau sayur yang diblender, dan lainnya.

Sementara itu, bagaimana jika kita mengonsumsi kopi atau teh saat berbuka puasa?

Inge mengungkapkan, waktu berbuka puasa merupakan kondisi di mana perut kosong dan kadar gula rendah dalam tubuh.

Oleh karena itu, masyarakat yang menjalankan ibadah puasa disarankan mengonsumsi makanan manis dengan terkontrol.

"Sebenarnya yang diperlukan saat makan berbuka puasa yakni menggantikan peran kadar gula yang sudah rendah dengan segala sesuatu yang manis," ujar Inge.

Ia menyarankan agar umat Muslim yang berpuasa untuk mengonsumsi jus buah, karena asupan buah mengandung gula alami tidak dicampur dengan pemanis buatan dan tidak berlebihan.

Hal ini juga penting bagi masyarakat yang tengah menjalani program diet.

"Kalau misalnya ingin kopi kekinian, ada beberapa orang yang tidak tahan kalau langsung minum kopi (saat berbuka), karena kopi itu bersifat asam, jadi janganlah, tapi, kalau dia sudah makan, dan istirahat dengan keadaan perut sudah terisi, boleh," imbuhnya.

Kopi dan teh yang dianjurkan misal satu gelas tidak masalah, asal dalam mengonsumsi tidak berlebihan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perhatikan, Saat Sahur Tidak Disarankan Konsumsi Teh dan Kopi, Mengapa?", 
Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Sari Hardiyanto

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved