Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Rempah-Rempah Sulteng Tembus Pasar Ekspor, Perdana Kirim 63,78 Ton ke Vietnam dan Tiongkok

Karantina Pertanian Palu untuk pertama kalinya mensertifikasi rempah-rempah asal Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 63,78 ton.

TribunPalu.com/Handover
Karantina Pertanian Palu untuk pertama kalinya mensertifikasi rempah-rempah asal Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 63,78 ton dengan negara tujuan Vietnam dan Tiongkok, Senin (29/3/2021). 

Sementara itu, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Bunga Elim Somba melepas ekspor perdana mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

Elim Somba mengatakan pelepasan ekspor pertanian perdana secara bersama-sama ini membuktikan dukungan terhadap petani dan pelaku usaha pertanian di Sulteng.

"Kamipun telah menerbitkan SK Tim  Terpadu  Akselerasi Kinerja Ekspor Pertanian Sulteng yang ditandatangani langsung oleh pak Gubernur. Kedepan Sulteng akan lebih kencang untuk ekspor," tuturnya.

Baca juga: Bom di Makassar, Ketua FKUB Sulteng Minta Umat Beragama Tetap Jaga Kerukunan

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Tinggalkan Surat Wasiat untuk Orangtua, Mengaku Siap Mati

Baca juga: Update Corona Indonesia, 29 Maret 2021: Tambahan 5.418 Pasien Sembuh, 5.008 Positif, 132 Meninggal

Secara teknis, Kepala Karantina Pertanian Palu, Amril menjelaskan fasilitasi karantina ekspor yang telah diberikan pihaknya yakni pada lada putih sebanyak 50,13 ton, bunga pala sebanyak 1,47 ton tujuan Vietnam dan pala biji 12,18 ton tujuan Tiongkok.

Sebagai koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian di wilayah kerjanya, Amril menyebutkan pihaknya fokus pada pencapaian target program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. 

"Kamipun selaku otoritas karantina bertugas untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk yang akan diekspor. Dan kami pastikan rempah Sulteng ini  telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari. Dan sudah tentu akan berimbas pada keterterimaan produk pertanian di negara tujuan", tutup Amril. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved