Breaking News:

Gejolak Partai Demokrat

Kini Berseteru, Dulu Moeldoko Pernah Usulkan Gelar Jenderal Besar TNI untuk SBY, Tapi Ditolak

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono kini terlibat konflik perebutan kekuasaan di Partai Demokrat.

Editor: Muh Ruliansyah
handover/tribunnews
Presiden SBY memberi ucapan selamat usai lantik Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI pada 30 Agustus 2013. 

"Terus terang beliau menolak, tapi mengapresiasi apa yang disampaikan Panglima TNI (Moeldoko)," ujar Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dilansir dari Tempo.co (9/1/2014).

Baca juga: Selama Pandemi Pendonor Darah di PMI Sulteng Menurun Hingga 2.000 Kantong

Baca juga: Terakhir 31 Maret 2021! Segera Lapor SPT Tahunan di djponline.pajak.go.id, Ini Panduan Lengkapnya

Baca juga: Konflik Partai Demokrat Berlanjut, AHY Merespons Pernyataan Moeldoko:Pernyataan Bohong & Bohong Lagi

"Presiden mengatakan tidak diperlukan penghargaan seperti itu. Cukup lama TNI kita tak terbangun dan tak termodernisasi alutsistanya, sudah usang. Sekaranglah waktunya, ketika ekonomi kita memungkinkan." Tutur Sudi.

SBY malu pernah beri jabatan ke Moeldoko

SBY merasa malu dan bersalah pernah memberi jabatan Panglima TNI pada Moeldoko.

Sehingga, dirinya meminta ampun pada Allah SWT atas kesalahannya tersebut.

"Hanya mendatangkan rasa malu, bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia, termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya."

"Saya memohon ampun kehadirat Allah SWT atas kesalahan saya itu," ungkap SBY.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved