Breaking News:

Palu Hari Ini

Curhat Mantan Ketua RT di Palu: Warga Jalan Raja Moili dan Jalan Undata Susah Diajak Kerja Bakti

Menurut mantan Ketua RT03/RW03 Kelurahan Besusu Barat, kesadaran masyarakat akan kebersihan masih rendah. 

TRIBUNPALU.COM/FANDY
Tumpukan sampah di saluran air Jl Undata, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Rabu (31/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Jalan Raja Moili RT03/RW03, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu baru-baru ini mendapat perhatian pasca tiga hari terakhir banjir rob melanda wilayah itu. 

Banjir rob diduga terjadi akibat hilangnya penutup tanggul Sungai Palu. 

Hilangnya penutup tanggul ini menyebabkan air laut masuk dan membanjiri ruas jalan dan pemukiman warga saat pasang.

Bahkan sebelumnya, tumpukan sampah terlihat di sepanjang saluran air, tepatnya mulai pertigaan Jalan Undata hingga Jalan Raja Moili menuju ke Jembatan IV Palu.

Baca juga: Viral Kisah Ibu Dilarang Bertemu Anaknya, Ternyata Putrinya Tewas dengan Jenazah Mencurigakan

Baca juga: Survei Capres 2024 versi Polmatrix Indonesia: Prabowo-Puan Paling Diunggulkan, Kedua JK-Anies

Baca juga: KLB Ditolak, Mantan Jubir KPK Sebut Langkah Kudanya Pintar: Ga Jadi Ketum Tetap Jadi Menteri

Tampak tumpukan sampah berbagai jenis, mulai plastik, botol, kayu, hingga sampah rumah tangga banyak ditemukan di saluran air. 

Nudin, seorang warga setempat mengungkapkan, pemandangan miris seperti ini sudah sering terjadi di daerahnya. 

Menurut mantan Ketua RT03/RW03 Kelurahan Besusu Barat itu, kesadaran masyarakat akan kebersihan masih rendah. 

Apalagi, kata dia, masyarakat sukar diajak kerja bakti untuk membersihkan lingkungan. 

"Kemarin baru dibersihkan. Sejak saya masih Ketua RT, masyarakat memang susah diminta waktunya untuk sama-sama kerja bakti. Alasannya selalu itu, ada kerjaan lain," ujar Nudin, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Kios IRT di Bungin Banggai Jual Miras, Akhirnya Digerebek Polisi

Baca juga: Pengamat Sebut Cikeas Playing Victim Pada Moeldoko: Presiden Tidak Ada Energi Urus KLB Demokrat

Baca juga: Moeldoko Belum Beri Tanggapan Penolakan Hasil KLB, Marzuki Alie: Pemerintah Ambil Keputusan Tepat 

Nudin menyayangkan dan merasa prihatin akan rendahnya kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. 

Di sisi lain, dirinya tidak bisa memaksa masyarakat jika memiliki urusan atau pekerjaan lain. 

"Gimana ya, kita di sini kan sama-sama cari makan. Jadi tidak bisa juga memaksa warga untuk ikut kerja bakti, sementara mereka ada pekerjaan lain," kata Nudin. 

"Saya melihat semangat gotong royong mulai hilang, apalagi sekarang. Mungkin mereka pikir karena sudah ada pekerja padat karya yang membersihkan, jadi tidak mau terlibat, ucapnya. (*)

Penulis: fandy ahmat
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved