Breaking News:

Pengakuan Terduga Teroris Zulaimi si Ahli Bom, Bergabung di DPC Bekasi, Bela Keadilan dengan Caranya

Terduga teroris, Zulaimi Agus, mengungkapkan alasannya menjadi pembuat dan pengajar bom aseton peroksida (TATP) setelah ditangkap tim Densus 88 Antite

Editor: Putri Safitri
handover
Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 tiba di Soekarno Hatta (4/2/2021). Ini merupakan rangkaian penangkapan kelompok JAD dari sejumlah daerah, 26 orang yang ditangkap disebut kapolri afiliasi ke ISIS 

TRIBUNPALU.COM - Terduga teroris, Zulaimi Agus, mengungkapkan alasannya menjadi pembuat dan pengajar bom aseton peroksida (TATP) setelah ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri di Bekasi.

Adapun dari pengakuan Zulaimi diungkapkan melalui video yang tersebar di kalangan awak media.

Dalam video itu, dia mengatakan motivasi utamanya lantaran tidak ada lagi keadilan di Indonesia.

Ketidakadilan tersebut pertama kali dirasakannya saat kerusuhan demonstrasi menuntut adanya dugaan kecurangan pilpres di Kantor Bawaslu, Sarinah, Jakarta Pusat pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Saya Zulaimi Agus, saya belajar TATP atau Aseton Peroksida sejak pasca kerusuhan Mei 21 - 22 di depan Bawaslu. Saya belajar membuat bahan tersebut dari blog blog internet dengan cara mengaktifkan VPN," kata Zulaimi.

Baca juga: AHY dan SBY Bungkam Didesak Minta Maaf pada Jokowi, Herzaky: Harusnya Kubu Moeldoko yang Minta Maaf

Baca juga: Fakta-fakta Jokowi Bantu Istri Terduga Teroris yang Terlilit Utang di Bank, Hatinya Tersentuh

Zulaimi menyatakan pihaknya ingin membalas terhadap tindakan kesewenangan aparat kepolisian yang disebut telah melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

"Motivasi saya membuat TATP, saya merasa negara ini tidak ada keadilan. Saya ingin membalas, sebelum membalas saya ingin menegakan keadilan dengan cara saya sendiri atas tindakan aparat Brimob yang bertindak sewenang-wenang terhadap demonstran Bawaslu 2019," ujar dia.

Zulaimi mengungkapkan keahliannya itu pun diajarkan kepada sejumlah terduga teroris yang juga turut ditangkap Densus 88 Antiteror di Jakarta-Bekasi.

Dia mengajarkan keahliannya itu di rumah terduga teroris lainnya berinisial HH di Condet, Jakarta Timur.

"Saya mengajarkan cara pembuatan TATP tersebut kepada HH, Jery, Malik, Naufal dan Bang Jun di rumah HH di garasi," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved