Breaking News:

Cuaca Ekstrem di Indonesia Dipicu Adanya Siklon Tropis Seroja, Berikut Penjelasannya BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan terkait adanya Siklon Tropis Seroja di kawasan Nusa Tenggara Timu.

Penulis: Rahman Hakim | Editor: Imam Saputro
Pos Kupang
Banjir bandang di NTT 

Cuaca Ekstrem di Indonesia Akibat Siklon Tropis Seroja, Ini Penjelasannya

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan terkait adanya Siklon Tropis Seroja di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia disebabkan oleh iklim tersebut, misalnya di Flores Timur, NTT yang dilanda banjir bandang.

Akibat cuaca ekstrem ini beberapa daerah di Flores seperti Kabupaten Lembata, Kupang, Kabupaten Malaka Tengah, dan Ngada mengalami sejumlah kerusakan, baik kondisi alam maupun sektor ekonomi.

Warga di wilayah NTT sudah diminta untuk waspada oleh pihak terkait.

Dikutip oleh Tribun Palu dari laman Kompas.com, Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Iman Faturahman mengatakan jiba Bali juga terdampak dari cauaca ekstrem tersebut.

Baca juga: Guna Meminimalisir Kerumunan, BNPB Imbau Korban Banjir NTT Sewa Rumah Saudara

Baca juga: Peduli Korban Banjir Bandang NTT, Atta dan Aurel Galang Dana, Terkumpul Rp 200 Juta dalam Sehari

Ngerinya Banjir Bandang di NTT, Begini Pengakuan Warga Lihat Mayat di Atas Kasur Hanyut ke Laut

Bencana banjir bandang di Waiwerang Pulau Adonara, Floers Timur - NTT
Bencana banjir bandang di Waiwerang Pulau Adonara, Floers Timur - NTT (Handover)

"Dengan adanya siklon tropis Seroja di wilayah NTT ini Bali walaupun jaraknya cukup jauh juga akan terkena dampak angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat," katanya, Senin (5/4/2021).

Lalu, sebenarnya apa itu Siklon Tropis Seroja?

Pengertian dan Penyebab Siklon Tropis Seroja

Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra menjelaskan, siklon tropis merupakan sistem tekanan angin yang rendah atau sering disebut sebagai badai.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved