Breaking News:

Jokowi: Peringatan Cuaca Ekstrem akibat Siklon Tropis Harus Digencarkan Lagi

Jokowi meminta BMKG untuk lebih gencar memasang alarm penganggulangan bencara terkait adanya siklon tropis Seroja.

Instagram.com/jokowi
Potret Presiden Joko Widodo. Jokowi meminta BMKG untuk lebih gencar memasang alarm penganggulangan bencara terkait adanya siklon tropis Seroja. 

TRIBUNPALU.COM, JAKARTA - Saat mengikuti telekonferens rapat koordinasi penanganan bencana di NTT dan NTB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menanggapi bencana.

Jokowi meminta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar lebih menggencarkan lagi adanya peringatan cuaca ekstrem akibat siklon tropis Seroja.

Baginya, hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi bahaya lanjutan dari cuaca ekstrem tersebut.

"Saya minta BMKG untuk menggencarkan peringatan cuaca ekstrem akibat dari siklon tropis Seroja ini," ujar Jokowi, Selasa (6/4/2021).

Ia meminta BMKG memastikan hal tersebut guna kesiapan pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah itu bisa mengakses dan memprediksi adanya cuaca ekstrem.

Baca juga: Peduli Korban Banjir Bandang NTT, Atta dan Aurel Galang Dana, Terkumpul Rp 200 Juta dalam Sehari

Baca juga: Update Korban Banjir di NTT: 128 Orang Dinyatakan Meninggal, 72 Lainnya Masih Hilang

Kepala BNPB Doni Monardo tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu untuk mengecek proses rehab rekon pasca bencana Sulawesi Tengah, Rabu (31/3/2021).
Kepala BNPB Doni Monardo tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu untuk mengecek proses rehab rekon pasca bencana Sulawesi Tengah, Rabu (31/3/2021). (TribunPalu.com/Handover)

Hal ini diharapkan agar semua pihak bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana serupa, seperti tanah longsor, banjir serta banjir bandang.

"Mereka harus tahu semuanya sehingga masyarakat bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaannya untuk menghadapi ancaman risiko angin kencang, bahaya banjir, banjir bandang dan tanah longsor," sambungnya.

Pada Minggu (4/5/2021), BMKG telah menyatakan terjadinya Siklon Tropis Seroja yang berdampak pada cuaca ekstrem di Indonesia.

Hal itu dapat memicu adanya hujan lebat hingga terjadinya gelombang tinggi di pesisir pantai.

Dalam konferensi persnya, BMKG menyebut jika Siklon Tropis Seroja merupakan sebutan bagi bibit siklon tropis 99S.

Baca juga: Kondisi Terkini Flores Timur Nusa Tenggara Timur Pasca Banjir Bandang, Cari Korban Hilang

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,1 Miliar untuk Korban Banjir di Bima NTB

Halaman
123
Penulis: Rahman Hakim
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved