Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Kubu Moeldoko Minta SBY Buat Partai Baru, Demokrat: Terpapar Virus Halusinasi, Cari Perhatian

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta oleh Kubu Moeldoko melalui juru bicara Muhammad Rahmad untuk membuat partai baru.

handover
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani bersama AHY 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta oleh Kubu Moeldoko melalui juru bicara Muhammad Rahmad untuk membuat partai baru.

Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani menegaskan bahwa kubu Moeldoko selalu membuat sensasi.

Padahal, Kementerian Hukum dan HAM telah menolak hasil penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit.

"Gerombolan KLB abal-abal pasca penolakan pengesahan hasil KLB oleh Menkumham terus menerus membuat sensasi untuk mencari perhatian. Memutarbalikkan fakta seolah memiliki legal standing dan legitimasi atas apa yang disampaikannya," kata Kamhar kepada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Kamhar juga menyinggung soal status Rahmad yang tak memiliki hak bicara setelah mundur dari keanggotaan Partai Demokrat sejak 2013 lalu.

Apalagi setelah penolakan pengesahan hasil KLB, menurut Kamhar kubu KLB selalu membuat pernyataan yang justru mempermalukan mereka sendiri.

"Mungkin ini yang dimaksud Razman, gerombolan KLB abal-abal banyak yang terpapar virus halusinasi. Tak bisa membedakan khayalannya dengan kenyataan," ujarnya.

Juru Bicara Partai Demokrat pimpinan Moeldoko, Muhammad Rahmad. (Kompas TV)

Babak baru kubu Moeldoko vs AHY

PascaKementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) menolak pengesahan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB), saling serang pernyataan masih terjadi antara kubu Agus Harimurti Yudhoyono dengan kubu Moeldoko.

Di sisi lain, kubu Moeldoko menyatakan bakal meneruskan langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

Halaman
1234
Editor: Putri Safitri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved