Breaking News:

Palu Hari Ini

Listrik Diputus dan Hunian Gelap Gulita, Penyintas Triobencana Sulteng Harus Bayar Denda Rp 80 Juta

Sudah dua pekan terakhir huntara penyintas Triobencana Sulteng (gempa, tsunami dan likuefaksi) di Jl Soekarno-Hatta Kota Palu, gelap gulita.

TRIBUNPALU.COM/SUTA
Kondisi Hunian Semntara (Huntara) Jl Soekarno-hatta setelah mengalami Pemutusan aliran Listrik, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sudah dua pekan terakhir hunian sementara (huntara) penyintas Triobencana Sulteng (gempa, tsunami dan likuefaksi) di Jl Soekarno-Hatta Kota Palu, gelap gulita.

Pasalnya, aliran lsitrik di huntara Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore itu sudah diputus oleh petugas.

Koordinator huntara Akbar Latif mengatakan, aliran listrik sudah diputus sejak dua pekan lalu.

Sementara masih ada 10 kepala keluarga (KK) menempati di huntara tersebut.

Mirisnya mereka harus diminta membayar uang denda.

Baca juga: Vicky Prasetyo Ungkap Curhatan Raffi Ahmad Soal Nagita Hamil: Jon Kayaknya Rafathar Bakal Punya Adik

Baca juga: Arab Saudi Izinkan Ibadah Umrah Terbatas Mulai Ramadhan 2021, Ini Syaratnya

Akibat disinyalir melakukan pencurian arus listrik.

"Lampu diputus sama PLN, katanya ada aliran listrik langsung di sebagian rumah, karena yang kita tau, waktu masuk di sini terima jadi saja," ujar Akbar, Selasa (6/4/2021) Sore.

"Karena itu kami disuruh bayar dendanya tapi kita ndak mau, dendanya itu Rp 80 juta," terangnya.

Huntara tersebut hanya memiliki satu meteran listrik untuk mengaliri 50 rumah.

Dua KK belum mendapatkan Huntap, sedangkan delapan lainya tidak masuk kreteria, karena tidak memiliki lokasi bangunan saat bencana. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved