Palu Hari Ini

Penyintas Korban Triobencana Sulteng Keluhkan Toilet Rusak dan Listrik di Huntara Terminal Mamboro

Penyintas korban Triobencana Sulteng (gempa, tsunami dan likuefaksi) keluhkan toilet umum rusak di hunian sementara (huntara) Terminal Induk Mamboro.

Penulis: Ketut Suta | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Mercy Adones (60), salah seorang penyintas bencana 28 September 2018 silam masih bertahan di huntara Terminal Mamboro Palu.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Penyintas korban Triobencana Sulteng (gempa, tsunami dan likuefaksi) mengeluhkan toilet umum rusak di hunian sementara (huntara) Terminal Induk Mamboro Palu, Selasa (6/4/2021) siang. 

Mercy Adones (60), seorang penyintas bencana 28 September 2018 silam masih bertahan di huntara Terminal Mamboro Palu. 

Sudah dua tahun lebih Lansia ini tinggal di tempat tersebut, bersama suami dan dua cucunya.

Hingga sampai saat ini belum mendapatkan hunian tetap (huntap).

Mercy mengeluhkan fasilitas umum toilet tempatnya tinggal.

"WC-nya sudah tidak bisa dipakai, sudah mampet, sudah lama tidak diperhatikan," ujar Mercy Adones. 

Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Dilecehkan Berkali-kali oleh Kakek Tiri, Ternyata Ibunya Juga Pernah Jadi Korban

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Rabu, 7 April 2021: Waspada Hujan Lebat di Jatim dan NTT

Baca juga: Update Perkembangan Vaksinasi dan Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia, Selasa 6 Maret 2021

"Kalau kita buang air harus lari ke sebelah, mencari toilet yang bagus," tuturnya menambahkan.

Selain itu, aliran listrik di tempatnya mengalami masalah.

Meteran listrik di rumahnya mengalami kerusakan dan hingga kini belum mendapat perbaikan.

"Sudah ada 1 tahun ini padahal saya sudah isi pulsa listrik dan sudah lapor PLN tapi belum diperbaiki," ujarnya.

"Saat ini saya menyambung listrik dari rumah sebelah, biar tidak gelap," tutupnya.

Untuk menyambung hidupnya Mercy Adones membuka usaha kios kecil.

Menjual makanan ringan, minuman dingin dan lainnya.

Suaminya sendiri bekerja sebagai buruh tukang pecah batu.

Ia merupakan korban tsunami di daerah perikanan pesisir pantai mamboro.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved