Breaking News:

Cerita Mereka

Nenek 74 Tahun Biayai Anak Kuliah dengan Berjualan Air dan Bunga di Sekitar Pemakaman Pogego Palu

Kisah prempuan lanjut usia (lansia) berjualan air dan bunga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pogego Palu Jl Datu Adam Kelurahan Lere, Kota Palu.

TRIBUNPALU.COM/SUTA
Yunhara, lansia 74 tahun yang sudah berjualan air dan bunga di kawasan Pemakaman Pogego Palu selama 10 tahun terakhir. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kisah prempuan lanjut usia (lansia) berjualan air dan bunga di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pogego Palu Jl Datu Adam Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Namanya Yunhara, lansia 74 tahun yang sudah berjualan air dan bunga di daerah itu selama 10 tahun terakhir.

Pantauan wartawan TribunPalu.com, Kamis (8/4/2021) pukul 16.00 WITA, sepanjang jalan depan Pemakaman Pogego Palu berjejer penjual air dan bunga.

Air dan bunga itu dijajakan kepada warga yang melakukan ziarah makan atau kubur.

Air dikemas dalam botol plastik dan bunga dibungkus kantong plastik.

Sebab, siram air dan tabur bunga di makam sudah menjadi tradisi sebagian umat muslin di Kota Palu dan sekitarnya.

Baca juga: Universitas Padjadjaran Buka Seleksi Jalur Mandiri dan Prestasi, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Baca juga: Bobotoh Ingin Persib Bandung Juara Piala Menpora, Robert: Dukungan Itu Membuat Kami Lebih Hidup

Baca juga: Temukan Uang Rp 10 Juta di Jalan, Joko Kembalikan ke Pemiliknya: Yang Penting Saya Kembalikan Utuh

Yunhara, lansia 74 tahun berjualan air dan bunga demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Hampir setiap hari, Yunhara berangkat dari kediamannya pukul 08.00 WITA menuju lokasi kuburan umum pogego, tepatnya depan BarberShop.

Jarak rumahnya tidak begitu jauh hanya sekitar 100 meter, ia tempuh dengan berjalan kaki.

Halaman
12
Penulis: Ketut Suta
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved