Breaking News:

Virus Corona

Nasionalisme Vaksin Covid-19 Meningkat, Jokowi: Kita Harus Tolak, Dukung Vaksin Multilateral

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa saat ini nasionalisme vaksin COVID-19 semakin meningkat dan kita harus menolaknya.

tangkapan layar YouTube Sekretariatan Presiden
Presiden Joko Widodo 

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduk muda negara G-7 sebesar 135 juta atau sekitar 17,3 persen dari total populasi.

“Investasi kepada kaum muda adalah investasi untuk masa depan. Untuk itu, inovasi harus terus ditumbuhkan, industri start-up harus terus didorong. Keunggulan D-8 sebagai negara mayoritas muslim harus dimanfaatkan. Pengembangan industri start-up berbasis syariah dapat dikembangkan,” kata Jokowi.

Baca juga: Bocah SD Dijual Mucikari Sebagai PSK Melalui MiChat, Sehari Dapat 3 Pelanggan, Upah Rp 450 Ribu

Jokowi menambahkan, pada 2021 organisasi D-8 memasuki tahun ke-24. Di masa pandemi, menurutnya, tidak ada pilihan lain selain bekerja bersama.

"Dengan kebersamaan, saya meyakini D-8 akan bergerak maju dan sejahtera bersama,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Organisasi D-8 didirikan pada tanggal 15 Juni tahun 1997.

Tujuan organisasi ini adalah menghimpun kekuatan ekonomi negara-negara berpenduduk muslim dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

Penyelenggaraan KTT kali ini bertepatan dengan 24 tahun berdirinya D-8. Adapun KTT D-8 kali ini dihadiri oleh hampir semua negara anggota D-8, yaitu Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Pakistan, Turki, dan Nigeria.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Serukan Penolakan terhadap Nasionalisme Vaksin", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/04/09/07523561/jokowi-serukan-penolakan-terhadap-nasionalisme-vaksin?page=all#page2

Editor: Putri Safitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved