Breaking News:

Soal 5 Anak Soeharto Digugat Rp 584 Miliar, Pengamat: Kalau Berdasarkan Pesanan, Tidak Ada Keadilan

Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ktd menggugat perdata lima anak Presiden Soeharto.

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Vonis Hakim 

TRIBUNPALU.COM - Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ktd menggugat perdata lima anak Presiden Soeharto.

Mereka digugat dengan nilai mencapai Rp 584 miliar, yaitu Rp 84 miliar untuk membayar kewajiban dan Rp 500 miliar sebagai ganti kerugian immateriil.

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengomentari berita tersebut dengan meminta pengadilan nantinya memutus berdasar hukum dan keadilan.

Pasalnya menurut Refly, gugatan immateriil yang mencapai Rp 500 miliar merupakan hal yang tidak masuk akal.

"Pengadilan harus punya integritas, memutus itu ada dua kata, berdasarkan hukum dan keadilan. Jadi hukumnya harus jelas dan adil." 

"Masalahnya Rp 84 miliar saja, tapi immateriilnya sampai Rp 500 miliar, kadang-kadang yang seperti itu yang tidak masuk akal," katanya dilansir dari kanal YouTube Refly Harun, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: SBY Daftarkan Merek Partai Demokrat, Pengamat: Makin Menunjukan Personalisasi Parpol

Baca juga: 29 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran, Ini Cara Daftarnya, Login di dikdin.bkn.go.id

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sabtu 10 April 2021: 25 Wilayah Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin

Refly mengatakan putusan hakim nantinya jangan berdasarkan pesanan.

Jika putusan tidak berdasar hukum dan keadilan, Refly mengatakan kedua pihak yang bersengketa akan sama-sama rugi.

Satu-satunya pihak yang diuntungkan adalah penguasa.

"Jadi, berdasarkan hukum dan keadilan, jangan berdasarkan pesanan. Karena kalau berdasarkan pesanan, maka yang terjadi adalah tidak ada keadilan, maka yang terjadi adalah mereka yang bersengketa itu, menang jadi arang, kalah jadi abu."

Halaman
12
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved