Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Gerebek Lokasi Pembuatan Miras Oplosan di Banggai, Polisi Musnakan 115 Liter Bahan Baku Cap Tikus

Kepolisian Sektor (Polsek) Bunta menggerebek tempat penyulingan minuman keras oplosan jenis cap tikus di Desa Simpang Dua, Simpang Raya, Banggai.

Handover
Polsek Bunta menggerebek musnahkan bahan baku miras jenis cap tikus di Desa Simpang Dua, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/4/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kepolisian Sektor (Polsek) Bunta menggerebek tempat penyulingan minuman keras oplosan jenis cap tikus di Desa Simpang Dua, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/4/2021) sore.

Lokasi penyulingan miras cap tikus berada di tengah perkebunan warga dengan jarak tempuh sekitar empat kilo meter dari Desa Simpang Dua, Kecamatan Simpang Raya.

Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afrioko mengungkapkan, atas informasi dari masyarakat, ia memerintahkan angggotanya melakukan pengerebekan sekitar pukul 15.00 WITA.

Namun pemilik pabrik penyulingan miras tersebut sedang tidak berada di tempat.

“Saat penggerebekan pemilik pondok penyulingan tidak berada di tempat. Pemiliknya masih dalam penyelidikan,” ungkap Iptu Nanang Afrioko.

Baca juga: Dua Periode Jabat Raktor Unismuh Palu, Berikut 13 Janji Rajindra untuk Kampus

Baca juga: Penyegaran Organisasi, KONI Parimo Reshuffle Pengurus

Baca juga: HUT ke-19 Parigi Moutong, Pemkab Minta Camat-Lurah Pasang Umbul-Umbul

Iptu Nanang Afrioko juga menambahkan, ia langsung memerintahkan jajaranya untuk memusnakan pabrik beserta pondok yang digunakan pelaku di lokasi tersebut.

“Pondok serta alat penyulingan dimusnahkan agar tidak dapat digunakan lagi membuat miras oplosan jenis cap tikus tersebut,” terang Iptu Nanang Afrioko.

Selain memusnakan pabrik penyulingan, Iptu Nanang Afrioko menyebutkan, jika petugas juga memusnahkan ratusan liter miras saguer (air nira) yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan miras cap tikus.

“Miras saguer yang dimusnahkan dilokasi dengan cara ditumpahkan ke tanah sebanyak 115 liter,” sebut Iptu Nanang Afrioko.

Iptu Nanang Afrioko menghimbau agar masyarakat tidak lagi mengomsumsi miras oplosan jenis cap tikus tersebut.

Sehingga dalam pelaksanaan bulan suci Ramadan tidak terjadi tindak kriminal.

“Kami imbau warga agar tidak ada lagi yang memproduksi miras. Jika ditemukan pasti akan ditindak,” tegas Iptu Nanang Afrioko (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved