Breaking News:

Sulteng Hari ini

Ini Penjelasan Kepala Ditintelkam Polda Sulteng Mengenai Lolosnya Aksi Teror di Mabes Polri

Kepala Ditintelkam Kombes Pol Ronalzie Agus menjelaskan, bahwa kantor kepolisian selalu terbuka dan menerima setiap orang yang membutuhkan pelayanan.

TribunPalu.com/Alan_Sahril
Kombes Pol Ronalzie Agus Saat mengisi kegiatan Fokus Gruop Diskussion (FGD) di Parama Su Hotel Jl Domba, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikolure, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/4/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lolosnya pelaku aksi teror penyerangan di dalam Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada rabu (31/3/2021) menjadi tanda tanya dikalangan masyarakat hingga saat ini.

Satu dari sekian banyak pertanyaan publik, ialah tingkat keamanan di pintu masuk Mabes Polri.

Lantaran terduga teroris, yang diketahui bernama Zakiah Aini tersebut, bisa dengan leluasa masuk sambil membawa senjata.

Menanggapi hal itu, Kepala Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam), Kombes Pol Ronalzie Agus menjelaskan, bahwa kantor kepolisian selalu terbuka dan menerima setiap orang yang membutuhkan pelayanan.

Baca juga: Tak ada Pelanggaran HAM dalam Penanganan Kasus Terorisme, Polisi Utamakan Pendekatan Humanis

Baca juga: Penyebaran Virus Corona Awal Ramadan di Sulteng, Poso dan Banggai Masih Zona Merah

Baca juga: Nasabah Terima SMS Migrasi Rekening, Ini Arahan BSI Area Palu

Baca juga: Tinjau LPKA Palu, Pesan Menkumham: Terus Tuntut Ilmu dengan Baik

"Dari level Polsek sampai Mabes Polri, polisi tugasnya adalah pelayanan masyarakat, jadi kalau rumah pelayan didatangi tuannya (masyarakat) tidak akan masyarakat ditolak ke kantor polisi," tuturnya.

Dia menambahkan, saat terduga teroris masuk pada sore hari tersebut, Petugas Polisi Wanita (Polwan) yang khusus melakukan pemeriksaan terhadap setiap perempuan yang masuk sedang tidak berada di pos penjagaan.

Baca juga: Meskipun Hilal di Sulteng Tak Terlihat, Dipastikan Ramadan Jatuh 13 April 2021

Baca juga: Polda Sulteng Sebut Aksi Terorisme Hanya Ingin Tumbuhkan Islamophobia

"Bisa jadi saat kejadian tersebut petugas polwan kami sedang tidak berada di tempat penjagaan," kata Kombes Pol Ronalzie Agus.

"Karena konsep Polri dalam menghargai Hak Asasi Manusia iyalah jika perempuan masuk harus polwan yang melakukan pemeriksaan begitupun sebaliknya jika laki-laki masuk harus polisi laki-laki yang melakukan pemeriksaan," tambahnya. (*)

Penulis: Alan Sahrir
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved